Setelah Pendet, Kuda Lumping pun Diklaim  

Tim Liputan 6 SCTV
23/08/2009 17:26
Liputan6.com, Jakarta: Lagi, negeri tetangga Malaysia membuat ulah. Setelah mengklaim Tari Pendet sebagai milik mereka, kini giliran Kuda Lumping yang diakui sebagai kesenian khas Negeri Jiran. Padahal jelas, tarian yang menggunakan replika kuda dari anyaman bambu ini adalah kesenian khas Jawa Timur. Sebelum ini, Malaysia juga telah "mencuri" Reog Ponorogo dan lagu Rasa Sayange [baca: Budayawan dan Seniman Bali Protes Malaysia].

Hal ini jelas menimbulkan reaksi dari kalangan budayawan dan seniman. Mereka mengaku geram atas tindakan Malaysia yang kerap kali mengklaim sejumlah kesenian Indonesia. Menanggapi hal ini, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda mengatakan, jangan terlalu cepat terpancing emosi karena hal ini. Ia menambahkan klaim Malaysia ini tidak seharusnya terjadi.

Negeri tetangga lebih menghargai kesenian Indonesia, bahkan selalu ingin memilikinya. Tidakkah hati kita terusik oleh hal ini? Masyarakat seharusnya bisa lebih menyadari dan berusaha untuk menjaga kelestarian budaya nusantara. Selengkapnya simak video berikut.(WIL/AND)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 49 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
DAFFY @ Kamis, 03 September 2009 | 07:47
PERAN MEDIA SANGAT DOMINAN DALAM MEMBERITAKAN HAL2 MENGENAI KLAIM, PERLU DIKETAHUI BAHWA DI MLY JUGA BANYAK BANGSA JAWA, BUGIS, MINANG DLL.. TENTUNYA MEREKA MENGAJARKAN BUDAYA NENEK MOYANGNYA. APAKAH SALAH JIKA SEMUA TARI ITU DIKEMBANGKAN???? MEDIA TLG JNG TERLALU MEMBERITAKAN SEAKAN2 SITUASI PANAS... AYOLAH.. KITA SAMA2 DEWASA, PASTI MENGERTI AKAN HAL ITU.. THANKS
budi @ Rabu, 02 September 2009 | 22:21
sampai kapan lagi bangsa ini harus menunggu kebudayaannya di rampas oleh bangsa lain...??? Lagu kebangsaan pun dilecehkan, lebih baik kita perang daripada bangsa kita di injak-injak oleh bangsa lain...!!!!
bay @ Rabu, 02 September 2009 | 09:25
kita bangsa indonesia sudah diinjak-injak... pertanyaannya kenapa pemerintah tidak berani mengambil keputusan yg tegas????? terlalu hati-hati....kita BUKAN BANGSA YANG LEMAH!!!
santo @ Senin, 31 Agustus 2009 | 08:40
pemerintahan kita hanya pikirin perutnya sendiri sendiri.jadi nilainya..nolmereka yg dipilih rakyat.tapi tak memikirkan rakyat.
supri holmes @ Senin, 31 Agustus 2009 | 00:55
kaga puny kok ngaku2..... keliatanya tarah tipikal maling...ha...ha....
wiewie @ Minggu, 30 Agustus 2009 | 13:26
MALINGSIA UDEL E BODHONG !!!
wiewie @ Minggu, 30 Agustus 2009 | 13:16
seharusnya pemerintah indonesia cepat tanggap dan turun tangan menyelesaikan masalah ..jangan hnya koar2 aja setelah merasa kehilangan ...dan jngn cuma mikirin perut sendiri ..ayo tunjuk kan jati dirimu ..
andy @ Minggu, 30 Agustus 2009 | 09:41
yang jelas Indonesia KAYA AKAN BUDAYA.... jangan terpancing akan isu-isu ini... bisa saja negara lain ingin melihat negara kita kacau... so jaga sikap yang labih baik... bangin Bangsa ini dgn hasil2 yang nyata,,, semoga Indonesia makin Jaya..
hunie @ Kamis, 27 Agustus 2009 | 08:24
saya merasa aneh dgn bangsa ini, sederet budaya nya diklaim negara tetangga dgn kasar begitu, tetap saja nggak punya hasrat untuk menuntut, meluruskan, atau minimal mengklarifikasi maksud mereka... udah sederet budaya kita mereka klaim, jawaban pak menteri cuma \" jangan terpancing emosi, klaim itu tidak seharusnya terjadi..\" saya takut nanti keburu borobudur ama monas diklaim baru nanti bereaksi .. (atau malah mungkin tetep nggak bereaksi juga), jujur saya bingung, apakah indonesia takut sama mereka, secara pribadi saya tidak... ayo bapak menteri yg terhormat tunjukan bahwa kita bangsa yg punya harga diri, tunjukkan itu pada negara tetangga kita yg klepto itu..
Fatma @ Rabu, 26 Agustus 2009 | 09:41
Malaysia mamang gak punya budaya, bisanya cuma nyuri,gimana mau maju? orang bisanya cuma mengakui milik bang sa lain, tapi itu jua tanda bahwa negara ita tercinta lebih maju dari nagara Malaysia.
hamong basuki @ Selasa, 25 Agustus 2009 | 18:26
gara-gara punya tetangga yang hobi maling kita jadi direpotkan harus daftar hak patent dan hak cipta setiap kebudayaan kita. nambahin kerjaan aja. bisa gak kalau tetangga kita itu kita usir aja. resah juga punya tetangga yang suka nyolong!!!!
busan @ Selasa, 25 Agustus 2009 | 12:34
Slogannya harus dirubah Malaysia trully Indonesia
front. @ Selasa, 25 Agustus 2009 | 06:05
MEMANG NEGARA KITA MISKIN,TETAPI KITA BANGSA YANG KAYA AKAN BUDAYA,,SAKING KAYA NYA SAMPE2 DI COLONG MA TETANGGA.,,WKWKWKWKKK... EMANG GA MALU TUCH NEGARA YANG SATU INI,,KATA NYA NEGARA ISLAM KO DOYAN NYOLONG,,,WKWKWKWK,, GW SEBAGAI SENIMAN DAERAH MERASA TERHINA DENGAN ADA NYA KEJADIAN SEPERTI INI,. SUSAH PAYAH GW MEMPERTAHANKAN BUDAYA DAERAH SAYA SENDIRI KHUSUS NYA DI CIREBON,.. NE NEGARA TETANGGA TINGGAL NYELONGONG JA MAEN CLAIM LAGI,..DASAR NEGARA GA PUNYA MALU,,
JAMALUDDIN @ Selasa, 25 Agustus 2009 | 04:49
Hai saudaraku semua,jangan cuma mengembang rasa iri dan dengki dgn negeri jiran,karena sesungguhnya dunia pun tau kalau Indonesia adalah negara kaya budaya,tapi dengan adanya teroris membuat para wisatawan takut ke Indonesia.Dan kurangnya lapangan kerja sehingga TKI pun semakin banyak keluar negeri dan tidak sempat melestarikan serta mengembangkan budaya sendiri di Indonesia.
KRAKATOA1883 @ Selasa, 25 Agustus 2009 | 02:46
KITA KOK PADA PUSING DGN MALAYSIA? YUK KITA BUAT RUBRIK DAN SLOGAN,MALAYA IS A PART OF INDONESIA.[SWEET KAN....] DARI JAVARHINO SEATTLE USA www.krakatoa1883.com
barokreog@yahoo,co.id @ Senin, 24 Agustus 2009 | 22:13
malaysia kurang ajar kita tak mau belajar akhirnya saling menghajar
Eenz Joss @ Senin, 24 Agustus 2009 | 22:01
Para guru kita dari tahun 70 an diperbantukan ke malaysia. Mereka banyak di"ajari" oleh kita. Nah.. sepertinya kita butuuuh banget sama dia. TKI, berobat, bahkan yang strategis seperti perusahaan komunikasi.. investornya dari mereka. Banyak yang harus dirubah, mampu nggak pemerintah mengatasinya? Padahal yang masalah sepele seperti kesenian, kebudayaan saja nggak bisa, apalagi masalah TKI dan wilayah. Kok nggak canggih ya milih pejabat yang ngurusin. Eee malah yang diurusin politik, itupun dalam negeri, yang luar negeri... keok diplomasi kita.. babak belur. Pariwisata kita babak belur karena teroris, sementara teroris tumbuh subur di malaysia.. Klo dah mahir, latihannya di Indonesia.. Babak belur
tya @ Senin, 24 Agustus 2009 | 21:19
saya selaku orang indonesia yg berlajar d negri malaysia merasaa sangat sedihh,, knp malaysia bisa melakukan hal itu,, dan sepengamatan sayaa saya selaku orang bali.. tidak pernah melihat bangsa malaysia menari tari pendet,, dan setahu saya seni d malaysia tidak d bolehkan,,,bagi bangsa mereka seni d larang,,, bagaimana merekaa bisa mngklaim tari pendet????? malaysiaaa selalu sajaa iri dengan kebudayaan bangsa indonesia!!!!!! seharusnya pemerintah menangani masalah ini secepatnya,,, seharusnya kita menghargai nenek moyang kita yg sudah susah2 menciptakan tari dan kebudayaan yg lain.,,, tp kita sebagai penerus bangsa malah membiarkan itu semua direbut orang lain,, aduh2,, kasihan negara ini,,,T_T semoga masalah ini cepat d selesaikan
Shame on you malaysia @ Senin, 24 Agustus 2009 | 15:44
I am proud of Indonesia...berhasil memberi influence budaya sangat besar terhadap Malaysia setelah sebelumnya budaya Pop kita sampai di cekal, gaya berbahasa kita ditiru dan sekarang Budaya Leluhur kita pun ikut di Bangga kan disana... Thank you Malaysia to show the world Indonesia as the rich country and the claim of Pendet and Kuda Lumping only made you look more ridiculous
udin jamaludin @ Senin, 24 Agustus 2009 | 11:58
Untuk para pejabat jangan terlalu banyak berpikir apa pula yang kalian pikirkan sementara wilayah,kesenian dan kebudayaan direbut kalian masih berpikir apa kata dunia .
udin jamaludin @ Senin, 24 Agustus 2009 | 11:54
kalau begini terus maju tidak mundur tidak bahkan sampe2 kesenian dan budaya banyak diklaim tak tahan juga . Udah sebaiknya hantam saja yang namanya malaysia itu.
nyanyo @ Senin, 24 Agustus 2009 | 11:00
sabar..sabar...sabar & tunggu itu jawaban yg kami terima..*lyricnya bang Iwanfals. yg pasti kenyataannya memang benar adanya bahwa kt dah perang Pariwisata.!
uga imami fasahya @ Senin, 24 Agustus 2009 | 10:56
sebelum'a saya sangat sedih dan kecewa terhadap sikap para pemimpin bangsa.. sudah banyak sekali kebudayaan kita yang di curi oleh malaysia,, tatapi hingga saat ini belum ada tindakan yang tegas dari para pemimpin. mungikn sakarang budaya yang dicuri, tapi besok dan lusa bisa jadi negara kita juga ikut di curi. jangan sampai ini terjadi. dan kami mohon kepada para pemimipin untuk lebih bersikap tegas dan bijak. terima kasih.
Park Sang Ick @ Senin, 24 Agustus 2009 | 10:47
Emang kelakuan tetangga sebelah membuat kita gerammm!!! Pak Mentri ini juga ga jelas kelakuannya.... masa bilang sabar terus.... sampe semua kebudayaan milik Indonesia habis dulu baru pemerintah bergerak??? ada apa dengan pemerintahan Indonesia?? ko kayanya takut bgt ma malingsia???
pie @ Senin, 24 Agustus 2009 | 10:12
emang Malaysia tdk punya kebudayaan sdri jd hanya bs mengaku dan mengklaim kebuadayaan kita,kalo sdh diprotes atau dimintai penjelasan pasti jawabnya kalo kita serumpun..enak ajah kan ngomongnya. Ayo donk pemerintah lebih bs tegas terhadap bangsanya dan sadar kalo negara kita sdh di ijnak harga dirinya oleh Malaysia bkn hanya sekali tp sdhberulang kali,jgn sekedar bilang kita tdk boleh kegabah atas klaim ini,gmn tdk marah dan protes kalo milik kita di ambil dan di akui negara lain sedangkan kebudayaan kita sdh ada sejak dulu.
Kacamuka @ Senin, 24 Agustus 2009 | 09:52
Besok besok... BENDERA MERAH PUTIH DAN PANCASILA YANG DI AMBIL KARENA BANGSA INDONESIA TIDAK PUNYA HARGA DIRI DENGAN HANYA BERDIAM DIRI MELIHAT KEKAYAAN BUDAYANYA DIAMBIL...
zimmy @ Senin, 24 Agustus 2009 | 09:29
sesuatu hal yang dianggap mudah utk hilang, lama kelamaan malaysia menggerogoti sosial dan budaya masyarakat indonesia pula. lihatlah beberapa tahun kedepan nanti.jika pemerintah indonesia tidak tanggap dalam masalah ini. maka akan sangat mudah mereka mengakui kembali. entah apa yang akan diakui nanti. saya sbg masyarakat awam.. hanya bisa berdoa semoga pemimpin indonesia harus lebih tegas dalam menyikapi masalah2 apapun menyangkut harga diri indonesia tercinta.
danny @ Senin, 24 Agustus 2009 | 09:13
mudah-mudahan para peminpin kita cepat terbangun. di bulan yang yang suci ini kita doakan saja.
rudi @ Senin, 24 Agustus 2009 | 08:35
kenapa saya merasa kalo indonesia ini kok cemen yaa, apakah tdk pernah ada data kalo budaya kita itu adalah orisinil milik indonesia :(
IIN ROSYANAH @ Senin, 24 Agustus 2009 | 08:13
Jujur gw sedih banget ngeliatnya... apalagi smua kebudayaan kita ingin dimiliki oleh negara tetangga kita sendiri. sebenarnya apa yg mereka inginkan dari negara indonesia?? apa mereka ingin menguasai negara kita ini. jujur gw benci dengan keadaan yg seperti ini. belum lagi dgn adanya kasus terorisme yg dimana orang2 terlibat didalamnya berasal dari negara malaysia. selain itu jika ada WNI yg bkerja di sana slu saja ada penyiksaan. marilah teman2 smua kita harus berjuang utk mempertahankan dan melestarikan kebudayaan kita agar tidak direbut oleh negara manapun. HIDUP INDONESIA... MERDEKA.
Andre @ Senin, 24 Agustus 2009 | 07:39
Kita ini sdh perang pariwisata. Selain dg cara mengambil milik kita, wilayah kita juga di teror bom spy turis pada takut.
ameltia fitrahati @ Senin, 24 Agustus 2009 | 06:57
tolong donk,,pemerintah mendaftarkan semua kebudayaan indonesia!!apa belum cukup negara tetangga itu menklaim,,batik,rendang,,reog,dan angklung???menurut saya kenapa pemrintah mlah tembah leha dalam meghadapi ini,,,saya sebgai anak muda,,sangat tidak terima kita di injak2 oleh negara jiran,,,dia saja bisa keras dengan Warga kita kenapa kita tidak bisa tegas dlam menghadapi ini!!!jiran akui lah NUrdin M top sebagai rakyat mu,,jangan kebudayaan bangsa kita yang engkau ambil terus!!!!wahai pelajar2 khusunya di negeri jiran keluarkan suara mu atas kebudayaan kita yang di klaim!!dan muda mudi yang di indonesia tinggikan rasa kebangsaan dan kebudayaan kita!!!
ameltia fitrahati @ Senin, 24 Agustus 2009 | 06:47
untuk masalah pencurian budaya,,,yang dilakukan malaysia,,saya sebagai anak muda sangat tidak setuju,,pmerintah kita selalu lemah,,dalam menghadapi masalah ini,,tolong dilihat lagi,,apakah ini bukan tamparan yang kesekian kalinya buat kita,,setelah reog,,batik,,rendang,,dan sekarng tari pendet yang sudah nyata itu berasal dari BAli,,tolong donk pemerintah di daftarrin lah kebudayaan indonesia,,kita sangat kaya akan budaya,,,jangan mau kita diinjak2 oleh negara JIRAN!!!!,,,tolong lah muda mudi Indonesia,,,tinggikan rasa kebudayaan dan kebangsaan kita,,,termasuk pelajar kita yang DI jiran!!!
MALING TETAP MALING @ Senin, 24 Agustus 2009 | 05:23
BESOK APALAGI YG MO DICURI OLEH MALINGSIAL????
gusti @ Senin, 24 Agustus 2009 | 05:22
klu yg percaya smua itu dr malaysia,..berarti tu orang tak pernah liat peta..
tetuko @ Senin, 24 Agustus 2009 | 05:01
klo pemerintah Indonesia bergerak lambat dalam melindungi aset budaya kita. Lama-lama budaya Indonesia akan habis dicuri oleh Malaysia. Dan kita sebagai generasi muda, ayo kita lestarikan budaya kita agar tidak dicuri dan diklaim oleh Malaysia.
ROMI KURSANI @ Senin, 24 Agustus 2009 | 03:55
malaysia memang negara pembajak no 1 dunia.untuk menguntngkn pariwisata negaranya maka budaya org main comot aja.memang malaysia negara yg tdk berbudaya sopan santun.maksudnya curi budaya org supaya turis2 tdk usah kenegara lain cukup kenegaranya saja brkunjung sdh cukup..memang dasar malaysia
NN @ Senin, 24 Agustus 2009 | 03:08
saya merasa gerah, siapa yang tidak ikut panas kuping kalau melihat budaya kita di pakai negara lain, walaupun Malasia ingin memiliki sekarang sudah terbukti jelas mreka memang ingin memiliki budaya kita lewat iklan yang bukan hak mereka memakai iklan budaya kita. kami di Hong Kong disini selalu ikut program budaya terutama antar TKI, dengan mati-matian kami mengenalkan budaya kita disela-sela kesibukan sebagai TKI, sekarang banyak orang Hong Kong disekitar saya yang sudah pernah ke Indonesia kebingungan mana budaya Malaysia dan mana budaya Indonesia?? tentunya para turis datang ke setiap negara juga tertarik dengan budaya selain hal yang lain. apa para turis asing itu perlu datang ke Malaysia untuk melihat keunikan Kuda Lumpingdan tari Pendet?? karna para turis itu tak tahu Kuda Lumping dan Pendet milik Indonesia.
Demer johanes @ Senin, 24 Agustus 2009 | 01:02
KITA JANGAN TINGGAL DIAM,TOLONG PEMERINTAH INDDONESIA MELIHAT KHUSUSNYA DEPARTEMEN LUAR NEGRI BAGIAN KESENIAN DAN KEBUDAYAAN,SEJAUH MANA PEMARINTAH MALAYSIA MENGAKUI KESENIAAN DARI JAWA TIMUR DAN BALI DAN DENGAN MOHON DAN SANGAT PEMERINTAH INDONESIA HARUS BERTIDAK TEGAS DAN JANGAN LUNAK (BISA-BISA KITA DI PERMAINKAN MEREKA)MAKSUDNYA PEMERINTAH MALAYSIA.
alam syah @ Senin, 24 Agustus 2009 | 00:30
malaysia iri ya dgn kekayaan indonesia, udah gabung aja dgn indonesia....
selly @ Minggu, 23 Agustus 2009 | 21:51
wahhhhh... beli nasi uduk aja ama gudeg,mesti ke malay ntar mah... pasti deh diklaim punya dia tuh makanan khas indo.... ampun ah....
gunawan padung @ Minggu, 23 Agustus 2009 | 21:48
kemungkinan jika pemerintah indonesia hanya tinggal diam saja dengan tingkah negri malaysia yang slalu ingin memiliki kebudayaan negara indonesia yang kita cintai ini,lama kelamaan lambang burung garuda pancasila akan mereka akui sebagai lambang negara mereka.sadarlah wahai pemimpin indonesia yang selama ini tidur terlelap,akan di bawa kemana negara indonesia kita yang tercinta ini.dimana jati diri bangsa indonesiaMU??????????
dya @ Minggu, 23 Agustus 2009 | 20:56
lama kelamaan geram juga dech,kok ya malaysia selalu curang gitu sich,dari jaman soekarno sampai sekarang kok ya ngga berubah2,pantesan aja soekarno melarang kita bersahabat dengan mereka,habisnya mereka licik2 dan curang,udah gitu muka tembok lagi,bukan nyuri lagi,kalau nyuri takut ketahuan,lha ini terangan,berarti merapok disiang bolong..sebel dech..
Penyayang kebudayaan Indonesia @ Minggu, 23 Agustus 2009 | 20:12
Bapak2 yang ada di pemeritah dan DPR tolong secepatnya ciri khas budaya kita ini di patent kan kalau tidak mau budaya ini dicuri orang, ingat sekarang ini dunia hanya melihat bagi yang memiliki pengesahan hukum. tempe, oncom, kuda renggong, goyang karawang, kuda lumping, serimpi dll akan hilang dari negeri ini karena satu persatu akan dipatentkan oleh bangsa yang berumpun sama...., ketika harus jadi bangsa yang smart dong jangan teriak-teriak setelah semuanya terjadi, apa artinya kita punya peribahasa "sedia payung sebelum hujan"....
JAP LING YUN @ Minggu, 23 Agustus 2009 | 19:51
BGM MAU SABAR PAK MENLU?KALO SATU2 KEBUDAYAAN KITA DIPATENKAN NEGARA LAIN SEMENTARA NEGARA KITA CUMA BS BERANI NGOMONG SABAR............R
risya @ Minggu, 23 Agustus 2009 | 19:41
hey malaysia..kalau ingin jadi bagian dari neggara Indonesia bilang aja..ntar aku jadiin provinsi yg ke34 ya..
rohwisnu @ Minggu, 23 Agustus 2009 | 19:21
Para Budayawan, Para Anggota DPR, dan Pejabat yang terkait mana rasa NASIONALISME, jangan menunggu cuma menunggu, lama-lama Permainan CONGLAK juga dikliam sebagai mainan dari Malaysia.
rohwisnu @ Minggu, 23 Agustus 2009 | 19:14
apa kata DUNIA???
pandoe @ Minggu, 23 Agustus 2009 | 18:35
Malay memang lupa akan jati diri bangsanya. Jelas2 sudah bahwa Malay memang bangsa melayu dengan karakternya yang sdh jelas. Jika 'Tari Pendet' mau diakui, rasanya jauh sekali dengan ciri khas bangsa mereka. Oleh sebab itu, sebaiknya pemerintah tidak terus menerus menggelontorkan program TKI/TKW, sehingga Indonesia tidak dinjak-injak.

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code