FPI Kecam Rencana Polri Awasi Dakwah  

Zumrotul Muslimin
23/08/2009 08:13
Liputan6.com, Samarinda: Front Pembela Islam (FPI) mengecam rencana Polri menggelar Operasi Cipta Kondisi untuk mengawasi dakwah selama Ramadan. "Operasi Cipta Kondisi Polri guna meminimalisasi dakwah yang dianggap provokatif merupakan bentuk teror dan intimidasi yang melecehkan dakwah dan itu adalah gaya Orde Baru yang melanggar HAM [hak asasi manusia] dan konstitusi terkait kebebasan menjalankan ibadah," ungkap Ketua FPI Habib Rizieq Shihab kepada ANTARA melalui pesan singkat di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (22/8) malam.

Dakwah adalah bagian ibadah yang dilindungi Undang-Undang Dasar 1945. Lagi pula, Polri tidak punya tolak ukur terkait dakwah motivatif dengan dakwah yang dianggap provokatif. "Jika hal ini dibiarkan terus, maka Polri terkesan semakin sewenang-wenang. Apalagi, selama ini Polri banyak melakukan penangkapan terhadap Jamaah Tabligh lalu mendeportasi jamaah asing. Mereka itu merupakan kelompok dakwah yang selalu mengedepankan kelembutan dan kesantunan," ujar Rizieq.

"Mestinya, yang dideportasi itu turis asing yang suka memakai kancut dan kutang di depan umum karena merusak moral," ungkap Rizieq. Lebih jauh dia menyarankan agar Polri segera diletakkan di bawah Departemen Dalam Negeri. "Kami meminta agar Polri berada di bawah Depdagri, seperti TNI yang berada di bawah Departemen Pertahanan. Hal ini didasarkan agar Polri bisa menjalankan tugasnya secara terkontrol dan tetap menjadi pengayom masyarakat," ungkap Rizieq.

Ia juga menyayangkan pernyataan Pangdam IV Diponegoro, Mayor Jenderal TNI Haryadi Soetanto yang menyerukan agar semua orang asing berjubah, bersurban dan berjenggot segera dilaporkan ke aparat keamanan. Rizieq mengaku mengecam aksi bom Mega Kuningan, Jakarta, pada 17 Juli lalu.  "Siapapun pasti mengecam tindakan itu sehingga saya menyerukan untuk melawan segala bentuk kejahatan kemanusiaan dan menghentikan segala bentuk teror dengan menegakkan hukum dan keadilan," ungkap Ketua FPI tersebut.(JUM)



Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 14 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
surtinah @ Selasa, 25 Agustus 2009 | 06:37
semua sdah menjadi tanggung jawab penegak hukum,...ngapain FPI ikut\\\"an kebakar emosi dgn rencana pengawasan dakwah,dari pada ikut campur urusan penegak hukum,mending berfikir bagaimana rasa tentram,aman,dan kenyamanan buat kita & bangsa ini,gitu aza kok repot,.......
Afrizal @ Selasa, 25 Agustus 2009 | 06:21
Buat aja sekalian UU yang mewajib orang memakai bikini di tempat umum .............., kalau orang yang berusaha menerapkan islam seperti qur'an dan hadits di tangkapi
Afrizal @ Selasa, 25 Agustus 2009 | 06:16
akhirnya POLRI-TNI sama saja dengan Amerika dan antek-anteknya (NEO-KOLONIALISME)
wijoyo @ Selasa, 25 Agustus 2009 | 00:13
Setuju,Identitas negara ini akan hilang dan menjadi identitas bangsa Arab.. pada akhirnya bangsa kita hanya menjadi pembantunya !!!
wijoyo @ Selasa, 25 Agustus 2009 | 00:12
Setuju,Identitas negara ini akan hilang dan menjadi identitas bangsa Arab.. pada akhirnya bangsa kita hanya menjadi pembantunya !!!
@ Senin, 24 Agustus 2009 | 22:44
kalo fpi nggak salah kenapa harus takut. lagian mengawasi dakwah, bukan berarti melarang berdakwah. keculai kalo dakwahnya ngawur. maju terus polri
@ Senin, 24 Agustus 2009 | 22:43
kalo fpi nggak salah kenapa harus takut. lagian mengawasi dakwah, bukan berarti melarang berdakwah. keculai kalo dakwahnya ngawur. maju terus polri
m kartadi @ Senin, 24 Agustus 2009 | 22:02
yah nggak usah diumumin kenapa sih ?? geblek....kerja intelejen kok diumumin...perlu banyak belajar dari suharto alm...nih...atau bung prabowo aja yang membina proyek intelejen yang kayak ini...jalanin lagi dwifungsi ABRI...MUANTAPP
adnan Rudiansyah @ Senin, 24 Agustus 2009 | 20:54
Aq smakin gerang pda orang2 yg ingn mndeportasi dakwah islam..., hanya orang2 yg Fasiq dn dholim yang meng-IYA-kan langkah polri yag tidak relevan ..., orang2 macam inilah ujud dan sisa2 dr penyakit orde baru. anda SUwarjo Hadingrat,martono harjono,jamil dan yg lain yg mengiyakn langkah polri utk mndprtasi dakwa islam hanya lah manusia yang mempunyai pandangan yg Picik tentang swatu masalh.... ,
alfin @ Minggu, 23 Agustus 2009 | 20:37
alhirnya sampek juga tujuan amerika dengan kampanye anti terorismenya...................
Jamil @ Minggu, 23 Agustus 2009 | 18:52
saya sangat setuju sekali, kenapa FPI berkoar-koar, macam kebakaran jenggotnya, itu karena FPI kebanyakan dalam kotbahnya banyak mengajarkan tentang kedengkian terhadap org sesamanya & agama lainnya, juga mrk melakukan kegiatan yg tdk sesuai/salah dalam ajaran Islam.
Martono Harjono @ Minggu, 23 Agustus 2009 | 10:47
Maju Tak Gentar, Ganyang Terorist !!! Bravo TNI-POLRI Salut Pangdam IV Diponegoro, Mayor Jenderal TNI Haryadi Soetanto
Suwarjo Hadiningrat @ Minggu, 23 Agustus 2009 | 10:45
Anjing Menggonggong, POLRI Kerja Terus... Bebaskan Indonesia dari Ideologi Arab-isasi !!!
ummu hasan @ Minggu, 23 Agustus 2009 | 09:50
ya kita sebangai seorang muslim tentu sangat berharap kepada pemerintah Indonesia yg penduduknya mayoritas Islam,untuk tidak memakar cara barat yg begis serta bepihak kpd idiologi kafir dlm mengatasi satu masalah.jgn kaitkan semua org yg taat dgn terorisme.

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code