Berita Terpopuler
- PBB: Pembakaran Alquran Tidak Dapat Dimaafkan
- Sammy "Kerispatih" Jalani Rehabilitasi Lima Bulan
- Jalur Mudik Selatan Terendam Banjir
- Anggota DPR: Pidato Presiden belum Jadi Solusi
- PBNU Putuskan Idulfitri 10 September
- Banjir Bandang Terjang Polewali Mandar
- Jalur Bandung-Cirebon Macet 20 Kilometer
- Ibu dan Dua Anaknya Terlindas Bus Pemudik
- KA Penumpang Tabrak KA Barang di Serdang Bedagai
- Mobil Mengular 1 Km Menuju Pintu Tol Cikampek
Budayawan dan Seniman Bali Protes Malaysia
Aries Wicaksono
22/08/2009 16:40
Liputan6.com, Denpasar: Klaim Malaysia terhadap tari Pendet menuai protes sejumlah anggota Dewan Perwakilan Daerah, budayawan dan seniman tari di Bali. Mereka pun menggelar aksi keprihatinan, jumpa pers, dan demo tari Pendet di Taman Budaya di Kota Denpasar, Bali, Sabtu (22/8).
Selain protes, mereka prihatin terhadap perbuatan pemerintah Malaysia. Sebab, bukan kali ini saja negeri serumpun tersebut mengklaim sejumlah hasil budaya Indonesia sebagai budaya asli negaranya. Dikhawatirkan, bila pemerintah diam, maka banyak bagian budaya Indonesia yang akan hilang dan diakui oleh negara lain [baca: Lagi, Malaysia "Pinjam" Budaya Indonesia].
Demo tari menghadirkan penari Pendet senior Alit Arini bersama sejumlah penari cilik. Menurut para seniman tari Bali, tari Pendet sudah ada sejak ratusan tahun lampau di Pulau Dewata. Ini berawal sebagai tarian sakral yang hanya ditampilkan di tempat-tempat suci. Namun, seiring dengan perkembangan dunia pariwisata, tarian ini sekitar era 50-an dimodifikasi dan dikembangkan menjadi tari Pendet atau tarian penyambutan di sejumlah acara [baca: Pendet Tergolong Tarian Tertua di Bali].(ANS)
