Pungutan Sekolah Mahal, Orangtua Gerah  

Edy Junaedi
12/07/2009 13:20
Liputan6.com, Polewali: Standar pungutan untuk sekolah berstandar internasional di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Ahad (12/7), dilaporkan terlalu mahal. Padahal, sekolah-sekolah tersebut mendapat suntikan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pihak sekolah berdalih, uang yang terkumpul akan dipakai untuk dana insentif kepala sekolah, dan keperluan administrasi sekolah sebesar Rp 231 juta. Siswa juga dibebankan untuk berperan dalam pembayaran gaji guru honorer, staf tata usaha, pembersih, keamanan, dan beberapa item lainnya sebesar Rp 145 juta lebih. Sementara biaya kurikulum, aturan akademik, monitoring belajar, rapat-rapat, dan sejenisnya dibebankan Rp 462 pada orangtua siswa. Untuk biaya sarana dan prasarana sendiri, orangtua turut dibebani tagihan Rp 1,2 miliar.

Rancangan anggaran yang disusun tersebut belakangan direvisi karena tidak rasional. Angka akhir yang dibebankan pada orangtua sekitar Rp 900 juta lebih. Orangtua lantas disodori setumpuk rincian anggaran pengeluaran sekolah sebesar Rp 1,5 juta per anak. Jika masih ingin anaknya mendapat pendidikan berkualitas internasional, orangtua harus setuju dan tinggal memikirkan biaya seragam karena jadwal masuk sekolah segera dimulai.

Kondisi lebih menyedihkan dialami Arbil Sulvanesa Kusuma. Orangtua bocah asal Mojokerto, Jawa Timur, itu tak mampu membayar biaya masuk Sekolah Dasar Balongsari sebesar Rp 280 ribu. Akibatnya, Arbil tak bisa mengenyam pendidikan [baca: Sekolah Gratis Cuma Iklan?]. Selengkapnya simak video berita ini.(OMI/ANS)






Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code