Sekolah Gratis Cuma Iklan?  

Tim Liputan 6 SCTV
11/07/2009 13:35
Liputan6.com, Mojokerto:  Sekolah gratis. Iklan itu sepertinya sudah melekat di benak masyarakat. Namun sasarannya tidak jelas. Arbil Sulvanesa Kusuma, bocah yang tak mampu membayar uang pendaftaran masuk Sekolah Dasar Balongsari sebesar Rp 280 ribu pun tak bisa mengenyam pendidikan. Inikah wajah masa depan penerus bangsa?

Arbil yang berusia tujuh tahun itu tinggal di Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Mojokerto, Jawa Timur. Menurut orangtua Arbil, biaya tambahan yang juga tak bisa dipenuhi adalah membayar uang lembar kerja sebesar Rp 56 ribu. Arbil ditolak masuk sekolah dan keinginannya mengangsur uang bayaran turut ditolak pihak sekolah. Namun hal itu masih dibantah pihak SD Balongsari.

Orangtua siswa di Sekolah Menengah Atas Kota Jambi pun tengah mengalami kegalauan. Mereka curiga uang penerimaan siswa tidak dikelola dengan transparan. Alasannya, calon siswa yang memiliki nilai tinggi malah tidak diterima. Akhirnya, sejumlah orangtua siswa merencanakan untuk menyuap pihak sekolah. Simak selengkapnya di video berita ini.(OMI/ANS)




Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 29 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
ananda @ Rabu, 29 Juli 2009 | 13:12
dimana adasekolah gratis??????? Baru ngedaftar aja hrs beli stopmap harus dr sekolahan, setelah diterima harus bayar seragam, dan bayar uang gedung di sekolah negeri????. Makanya sekolahan negeri dibangun yang bener dong agar tidak minta-minta uang gedung.
yudhianto @ Rabu, 22 Juli 2009 | 22:13
Gratis dari hongkong..istilahnya aja keren prakteknya mah jauh dari Gratiiiss!
Langu 2000 @ Kamis, 16 Juli 2009 | 14:25
Saat ini yang cocok istilahnya bukan SEKOLAH GRATIS, tapi yg pas istilahnya SEKOLAH GRATIS SEBAGIAN
maya @ Selasa, 14 Juli 2009 | 21:39
untuk sekolah gratis,dari pemerintah memang sudah ada mandat gratis, cuma saja dari pihak sekolah yang mengambil kesempatan untuk pungli, pihak sekolah main mata dengan pihak depdiknas daerah. itulah makanya sulit diberantas. jadi... jangan salahkan pemerintah pusat....
Rulli Silalahi @ Selasa, 14 Juli 2009 | 15:43
Saya sangat sedih, melihat kenyataan yg terjadi dimasyarakat. Bagaimana tidak miris, iklan gratis hanya omong kosong belaka, orang2 tua yang sudah senang mendengar iklan berubah menjadi kekecewaan, yahhh...inilah nasib kita yang dianggap masih bodoh oleh pemimpin sendiri....Indoensiaku bersabarlah....Saya yakin, masih ada harapan dengan kita terus hidup berdoa, tulus ikhlas tidak bersungut....Bangsaku ayo terus semangatlah.....
LeeTha @ Selasa, 14 Juli 2009 | 14:24
iming2 sekolah gratis memang sangat menggiurkan masyarakat menenganh k bawah, tp siapkah pemerintah melaksanakan itu smua...? krn akan ada banyak perubahan dalam sistem operasional sekolah itu sendiri... kalau memang sudah yakin,bagust... tp kalau memang belum,jangant terlalu banyak mengumbar janji...
pramitha ayu @ Selasa, 14 Juli 2009 | 13:21
skolah gratis cm wacana semata buat beberapa kota maupun daerah-daerah kecil... tunaikan janjinya BOSS!!!
eka @ Selasa, 14 Juli 2009 | 11:59
sekolah gratis cuma alat kampanye...wahai pemimpin yang telah menjanjikan gratis...kalau kau masih punya iman wujudkan..ingat doa orang2 yang teraniaya
Rocky @ Selasa, 14 Juli 2009 | 08:58
Sekolah Gratis....?????kan yang gratis hanya form pendaftaran,buku,seragam tetap bayar kan yang jadi masalah sebenarnya penjualn buku pelajaran yang diharuskan membeli dari sekolah dan setiap tahun ganti karena dah ada Mou dg penerbit via marketingnya...hal ini yang sampai saat ini tidak mungkin dapat tersentuh..
Persada @ Selasa, 14 Juli 2009 | 08:28
Setingkat SD seharusnya benar2 pungutan apapun, tapi masalahnya apakah semua anak INDONESIA bisa tertampung seluruhnya di sekolahan yang ada, bagaimana mutunya dibanding dengan sekolahan swasta?
johan @ Selasa, 14 Juli 2009 | 08:23
sekolah gratis hanya di iklan sedangkan yang terjadi di lapangan masih banyak sekali pungutan liar dengan alasan yang macam-macam
martin wahyudi @ Selasa, 14 Juli 2009 | 03:46
kenyataan memang masuk sekolah gratis dan tidak tutup mata untuk siswa kelas 1 (satu ) tetap ada sumbangan yang memang sudah di tentukan guna hal dan sebaliknya...apakah memang gartis atau benar-benar gratis....?
PRIYANTO @ Selasa, 14 Juli 2009 | 02:02
kepada untuk semua para kepala skolahan setanah air dan juga para pejabat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan bantulah keluarga yang tak mampu,dan kapan bangsa kita bisa maju tanpa dukungan semua pihak terkait
warga miskin @ Senin, 13 Juli 2009 | 19:49
apalah artinya klu hanya berpredikat SEKOLAH GRATIS tapi toh pada kenyataannya masih ada saja pungutan yang dibebankan kepada kami...kepada pihak instansi terkait tolong diperhatikan .jangan sampai itu hanya sekedar omongan saja..kami war miskin sudah cukup menderita.dgn ditambah nya beban biaya sekolah anak nanti nya tak dapat mengenyam pendidikan..
aryoputro @ Senin, 13 Juli 2009 | 17:40
sekolah gratis....kabar baik tu...tapi apa iya,mungkin sekalah pemerintah sd negri kalikalau yg lainya yabayar.tapiseharusnya rakyat juga jgn terbuai janji\\\\\\\"namanya mencari ilmu ituharus dgn harta.mana ada yg gratis.sabda nabi:tuntutlah ilmu walau kenegri chaina.gimana mau gratis....walaupun gak gratis kalau buisa pemerintah itu bisa meringankan biaya pendidikan hkususnya pagi orang yg gak mampu.
aca @ Senin, 13 Juli 2009 | 17:38
sekolah gratis jangan hanya di iklan saja,selurur jajaran yang terkait harus lebih perduli lagi dalam menjalan program ini,smoga harus benar benar dijalankan,mulai dari pemerintah pusat sampe daerah.
Budi Setyowati @ Senin, 13 Juli 2009 | 17:30
Saya merrasakan sendiri sekolah yang bener benar gartis tis tis tis untuk anak saya yang bersekolah di SDN Bantar Gebang 5 Bekasi dan baru saja lulus tahun ini. Bahkan untuk buku buku dan LKS (Lembar Kerja Siswa) serta Pelajaran Ekstra Komputer juga tidak ditarik biaya sama sekali. Boleh di cek kesekolah tersebut dan tanyai orang tua yang menjemput anak di sekolah. Sekolah Gratis Faktanya memang ada.
gin @ Senin, 13 Juli 2009 | 16:52
harusnya kepala sekolah ditindak karena masih jual buku di sekolah bukankah itu melawan peraturan mendiknas sendiri ?
gin @ Senin, 13 Juli 2009 | 16:42
sekolah gratis ad tuh di balikpapan, semua sekolah negeri tidak bayar baik pendaftaran, spp/bulanan, buku pelajaran, kecuali buku tulis sendiri, seragam sekolah atau keperluan sendiri lainnya, pokoknya sekolah negeri dilarang mengutip biaya pendidikan dari SD sampai sma
iwan riswandi @ Senin, 13 Juli 2009 | 16:28
sekolah gratis itu BOHONG...msk sekolah negeri jutaan...knp msk sekolah negeri mahal, padahal guru digaji pemerintah...kalau swasta mahal wajar....GURU ma KEPALA SEKOLAH kaya yg ga punya anak aja.....
ardiyanto @ Senin, 13 Juli 2009 | 15:19
mana ada sekolah yg gratis zaman gene.itu akal akalan saja.uang sekolah gratis mimpi kali yee.
BalungBlitar @ Senin, 13 Juli 2009 | 14:32
Yang nyata dari sekolah gratis, jadwal anak masuk dan pulang sekolah jadi amburadul, yang gurunya ada acara bla bla bla, bahkan guru tidur ditengah murid yang hiruk pikuk...guru pada malas menjalankan tugas, karena keringatnya ... GRATIS.
JF @ Senin, 13 Juli 2009 | 11:43
Sekolah gratis masih menjadi iklan semata dan masih jauh dari kenyataan, namun tidak mustahil untuk benar-benar menjadi kenyataan jika departemen terkait benar-benar bekerja secara obtimal untuk perwujudan sekolah gratis. Kalau perlu dibentuk semacam komisi pengawasan terhadap pelaksanaan sekolah gratis, dan memberikan sanksi terhadap oknum yang menyalahgunakan fasilitas sekolah gratis.
antonius wirawan @ Senin, 13 Juli 2009 | 11:37
Sekolah gratis ?? DUSTA !!!!! Menteri Pendidikan bilang,gratisnya sekolah itu adalah versi pemerintah... saya bilang, versi pemerintah, Bambang Sudibyo adalah Mendiknas, versi kami, bambang sudibyo adalah PENDUSTA !!
Nety @ Senin, 13 Juli 2009 | 11:34
Sekolah Gratis????? Cuma Iklan KAlie... Udah terbukti kok dari banyak daerah yang tidak merasakan sekolah. Sekolah Gratis namanya Ajah, Iya Gratis uang pendaftarannya... Yang lainnya tetep bayar....
binton nadapdap.Drs,MM @ Senin, 13 Juli 2009 | 11:25
SARAN SAYA KORUPTOR DALAM ANGGARAN DAN PENYELENGGARA PENDIDIKAN HUKUMAN BERAT SEPERTI KASUS NARKOBA,KARENA PIDANA INI SAMA DAMPAKNYA BUAT BANGSA
yoyo @ Sabtu, 11 Juli 2009 | 16:40
giliran sudah masuk berbagai media mereka membantah dan saling lempar tanggung jawab.
farida @ Sabtu, 11 Juli 2009 | 16:27
semoga allah memberkati kita semua amiii..
aldi @ Sabtu, 11 Juli 2009 | 16:06
Klo sekolah mau gratis...perhatikan dan data dulu orang2 yg benar2 tidak mampu karena merekalah yg lebih berhak dan insya allah akan membawa berkah bagi bangsa ini....Amin, trims...

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code