Teater Kuno Bali Tampil di Polandia  

Naomi Siregar
27/06/2009 21:01
Liputan6.com, Warsawa: Apakah Anda pernah mendengar tentang teater kuno dari Pulau Dewata Bali yang hampir punah? Kesenian asli Bali yang telah diselamatkan oleh seniman tari Italia ini bakal manggung di Polandia.

Sebanyak 31 seniman dari kelompok Gambuh Desa Batuan menampilkan pertunjukan seni tradisional kuno Bali dalam acara Grotowski Year di Wroclaw, barat daya Polandia. Kegiatan itu diselenggarakan guna memperingati 10 tahun meninggalnya sutradara, pendidik, dan ahli teater Polandia Jerzy Grotowski (1933-1999). Demikian keterangan Kedutaan Besar Republik Indonesia Warsawa, Polindia, Sabtu (27/6), seperti ditulis ANTARA.

Penampilan rombongan yang sudah dua pekan melanglang di Eropa itu mendapat sambutan meriah serta antusiasme yang luar biasa dari penonton. Hasil karya mereka tidak hanya seni tradisional, melainkan kolaborasi dengan artis-artis dari berbagai negara. Pertunjukan terakhir mereka akan digelar di Alun-alun Kota Tua Wroclaw yang menjadi pusat atraksi wisatawan.

Salah satu teater tradisional yang dilakoni Gambuh Desa Batuan adalah Tebek Jaran dan Topeng, serta Bali Jewels. Ada juga penampilan legenda yang berasal dari kisah Pangeran Panji yang menjadi fondasi berbagai kesenian teater dan wayang Bali. Para seniman Bali ini juga memainkan drama Ur Hamlet, penafsiran orisinal dari kisah William Shakespeare. Mereka membaur dengan  150 artis multinasional seperti Jepang, Perancis, Taiwan, Brasil, Denmark, Polandia, Italia, Argentina, Meksiko, Yunani, Spanyol, India, Ceko, Turki, Inggris, Amerika Serikat, Belanda, dan Swiss.

Gambuh merupakan seni pertunjukan kuno Bali, mirip teater No di Jepang atau Khatakali di India. Seni ini menggabungkan elemen tari, nyayian, dialog, dan musik orkestra gamelan yang mengandalkan suling gambuh. Musik ini menggunakan empat suling kuno yang terbuat dari bambu berukuran besar, yang dimainkan dengan iringan gendang, gong, dan lonceng.

Jenis teater upacara adat kuno Gambuh hampir punah di abad ke-20, namun berkat jasa koreografer dan penari asal Italia -- Cristina Wistari Fromaggia--, Gambuh berhasil diselamatkan dan tampil di beberapa pura. Salah satu di antaranya di Pura Desa Batuan, yang menjadi asal para artis yang tampil di Polandia.(VIN)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code