Manifesto Khalifatullah, Novel Baru Achdiat Kartamihardja  

10/06/2005 08:33
Liputan6.com, Jakarta: Usia lanjut tak membatasi Achdiat Kartamihardja untuk berkarya. Memasuki usia 94 tahun, lelaki kelahiran Garut, Jawa Barat, ini masih mampu menelurkan sebuah novel berjudul Manifesto Khalifatullah. Novel yang bercerita tentang proses pencarian manusia dan perannya sebagai wakil Tuhan di muka bumi itu diluncurkan di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Peluncuran novel Achdiat kali ini mirip reuni sastrawan dengan kehadiran Ajip Rosidi, Taufik Ismail, dan Ramadhan K.H. Acara ini juga diselingi dengan pemutaran film Suara dari Zaman Pergerakan. Film berdurasi 20 menit ini bercerita tentang upaya para sastrawan untuk tetap bertahan di tengah tekanan politik pada masa itu. Nusca, salah satu putri Achdiat juga ikut menyumbangkan puisi sebagai apresiasi terhadap karya sang ayah.

Novel Achdiat kali ini memang masih bercerita tentang Tuhan seperti novel terdahulunya, Atheis. Berbeda dengan Atheis, pesan Manifesto Khalifatullah kepada pembaca lebih tegas. Di antaranya adalah kalimat "jadilah khalifah Tuhan bukan khalifah setan".

Achdiat tergolong sastrawan angkatan Pujangga Baru yang masih produktif. Saat usianya menjelang satu abad, dia masih mampu memberi warna pada khazanah sastra Indonesia. Meski tidak seproduktif sastrawan seangkatannya seperti Sutan Takdir Alisyahbana saat masih hidup, kehadiran Achdiat patut mendapat apresiasi.(YAN/Nova Rini dan Taufik Maru)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code