Sukses

Rupiah Dibuka Melemah Akibat Aksi Ambil Untung

Mata uang Rupiah pada Selasa (22/2) pagi melemah akibat aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar setelah mencatatkan reli minggu lalu

Liputan6.com, Jakarta: Mata uang Rupiah pada Selasa (22/2) pagi melemah akibat aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar setelah mencatatkan reli minggu lalu. Kurs mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot antarbank Jakarta pada Selasa (22/2) pagi terkoreksi sebesar 17 poin ke posisi Rp8.877 dibanding sebelumnya yang sebesar Rp8.860.

Analis bidang sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (22/2) mengatakan, dolar AS yang selama sepekan in berada dalam tren bearish (pelemahan), saat ini berbalik arah dalam area positif. "Pelemahan mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS menjadi salah satu katalis pelemahan rupiah," kata dia.

Ia menambahkan, pergolakan sosial di Timur Tengah dan Afrika Utara diperkirakan dapat memberi sentimen negatif pada pasar uang termasuk mata uang rupiah, investor global akan cenderung memilih porfolionya dalam posisi tunai. Selain itu menurutnya, pelemahan mata uang dalam negeri ini seiring dengan terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG) yang dibuka tertekan.

Ia menambahkan, pergolakan anti pemerintah di Afrika Utara dan beberapa negara Timur Tengah dikhawatirkan akan berimbas pada harga minyak yang berfluktuasi. "Fluktuasi harga minyak menjadi cukup tajam, membuat ketidakpastian baru di pasar keuangan global," kata Reza. Ia menambahkan, jika kondisi Afrika Utara dan Timur Tengah berkepanjangan secara umum ekonomi global akan terkena imbas tidak baik dari kondisi tersebut. (Ant/ARI)


* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

    Video Terkini