Belasan Bayi Bergizi Buruk Dievakuasi ke Medan
11/10/2002 07:21
Liputan6.com, Medan: Rumah Sakit Umum dr Pringadi Medan, Sumatra Utara, kedatangan 11 pasien gizi buruk, baru-baru ini. Penderita gizi buruk kiriman RSU Lubuk Pakam, Deli Serdang, itu dalam keadaan kritis. Para pasien berusia satu tahun enam bulan hingga tiga tahun itu juga memerlukan perawatan intensif akibat serangan campak dan infeksi saluran pernapasan akut.
Rohmel Daniel, dokter yang menangani pasien di Ruang Perawatan Anak RSU dr Pringadi mengatakan, anak-anak ini berasal dari Dusun Pardomuan dan Durian, Kecamatan Pantai Labu, Deli Serdang. Mereka sempat dirawat di Lubuk Pakam selama sepuluh hari. Sebelum evakuasi, empat pasien meninggal dunia karena terlambat ditolong.
Rohmel menerangkan, penderita kurang gizi umumnya anak para petani yang gagal panen karena lahannya diserang banjir. Mereka berdiam di dusun terisolir yang kurang bahan pangan dengan lingkungan sanitasi yang buruk. Peristiwa ini terjadi, menurut dia, karena pemerintah Deli Serdang kurang menaruh perhatian pada masalah tersebut.
Selain bencana banjir, anak-anak yang hidup di daerah rawan konflik seperti Aceh, Papua, dan Maluku juga banyak yang kurang gizi. Sekadar mengingatkan, jumlah balita yang kekurangan gizi di Indonesia mencapai lima juta orang pada 2000 [baca: Tragis, Lima Juta Anak Indonesia Kekurangan Gizi].(TNA/Chaerul Dharma dan Cuk Arbianto)
Rohmel Daniel, dokter yang menangani pasien di Ruang Perawatan Anak RSU dr Pringadi mengatakan, anak-anak ini berasal dari Dusun Pardomuan dan Durian, Kecamatan Pantai Labu, Deli Serdang. Mereka sempat dirawat di Lubuk Pakam selama sepuluh hari. Sebelum evakuasi, empat pasien meninggal dunia karena terlambat ditolong.
Rohmel menerangkan, penderita kurang gizi umumnya anak para petani yang gagal panen karena lahannya diserang banjir. Mereka berdiam di dusun terisolir yang kurang bahan pangan dengan lingkungan sanitasi yang buruk. Peristiwa ini terjadi, menurut dia, karena pemerintah Deli Serdang kurang menaruh perhatian pada masalah tersebut.
Selain bencana banjir, anak-anak yang hidup di daerah rawan konflik seperti Aceh, Papua, dan Maluku juga banyak yang kurang gizi. Sekadar mengingatkan, jumlah balita yang kekurangan gizi di Indonesia mencapai lima juta orang pada 2000 [baca: Tragis, Lima Juta Anak Indonesia Kekurangan Gizi].(TNA/Chaerul Dharma dan Cuk Arbianto)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
