Peluang Parpol Agama di Pemilu 2014 Dianggap Kecil
Riski Adam25/02/2012 16:23
Liputan6.com, Jakarta: Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan Partai Golongan Karya Indra J Pilliang menjelaskan peluang perolehan suara terbanyak untuk partai berlatar belakang nasionalis lebih besar dalam meraih kepercayaan publik pada pemilu 2014 mendatang. Hal itu berbanding terbalik dengan partai politik berlatar belakang agama.
"Peluang partai nasionalis besar ketimbang partai agama atau ideologi tertentu," kata Indra saat mengisi diskusi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (25/2).
Indra menambahkan hal itu terlihat pada pengalaman Partai Bulan Bintang (PBB) yang kini tak mendapat tempat di pemerintahan atau legislatif. Padahal, ia menjelaskan orang-orang dalam PBB sangat idealis dan kompeten.
"Saya kira kalau masalah membaik ada parpol baik tapi tersingkir di beberapa pertarungan, misalnya PBB itu partai yang bagus, kader-kadernya ideologis, tokohnya berkarakter, tetapi dalam kompetisi nasional partai-partai seperti ini tidak mendapat tempat," paparnya.
Lebih jauh Indra menjelaskan banyak memang dari individu-individu yang berkarakter dan memiliki ideologi memilih partai-partai kecil. Pengalaman itu terjadi juga pada pemilu 1955. "Orang-orang yang berkarakter masuk ke partai kecil, seperti tahun 1955, memang ini kecenderungannya," imbuhnya.(AIS)
"Peluang partai nasionalis besar ketimbang partai agama atau ideologi tertentu," kata Indra saat mengisi diskusi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (25/2).
Indra menambahkan hal itu terlihat pada pengalaman Partai Bulan Bintang (PBB) yang kini tak mendapat tempat di pemerintahan atau legislatif. Padahal, ia menjelaskan orang-orang dalam PBB sangat idealis dan kompeten.
"Saya kira kalau masalah membaik ada parpol baik tapi tersingkir di beberapa pertarungan, misalnya PBB itu partai yang bagus, kader-kadernya ideologis, tokohnya berkarakter, tetapi dalam kompetisi nasional partai-partai seperti ini tidak mendapat tempat," paparnya.
Lebih jauh Indra menjelaskan banyak memang dari individu-individu yang berkarakter dan memiliki ideologi memilih partai-partai kecil. Pengalaman itu terjadi juga pada pemilu 1955. "Orang-orang yang berkarakter masuk ke partai kecil, seperti tahun 1955, memang ini kecenderungannya," imbuhnya.(AIS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini.
Posting komentar Andaruxxx | wrjxxx@gmxxx.com| 2012-02-28 13:48:18
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga

