Korban: Sopir Tidak Peduli Kerusakan
Asep Solihin11/02/2012 01:07
Liputan6.com, Cisarua: Rahmat, penumpang selamat, mengatakan, sebelum kecelakaan beruntun terjadi di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, bus Karunia Bakti sudah mengalami kerusakan, termasuk bau rem terbakar. Meski sudah diberitahu, sopir bus tidak mau berhenti. "Sudah dibilang, tapi sopir tetap saja melaju," kata Rahmat, Jumat (10/2) malam.
Hingga kini, polisi dibantu warga masih berupaya mengevakuasi korban tabrakan maupun kendaraan yang terlibat kecelakaan ini. Akibat kecelakaan ini, jalur Puncak dari dua arah macet total. Sementara identitas pengemudi bus maut masih belum diketahui.
Tabrakan bermula saat bus Kurnia Bhakti jurusan Bandung-Jakarta datang dari arah Puncak menuju Bogor. Namun, bus yang datang dari jalan menurun ini tiba-tiba tidak terkendali. Bus menabrak Toyota Avanza, Nissan Livina, bus Doa Ibu, sejumlah angkutan kota, serta beberapa sepeda motor di depannya. Bus yang tetap melaju kencang ini menyeret pengendara motor hingga masuk ke dalam jurang [baca: Kecelakaan Beruntun di Puncak, Bus Masuk Jurang].
Sedikitnya 13 orang tewas di lokasi kejadian. Korban tewas maupun luka-luka sebagian besar dibawa ke Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua [baca: Korban Tewas Kecelakaan Beruntun 13 Orang].
Banyaknya korban kecelakaan membuat rumah sakit tidak mampu menampung jenazah sehingga sebagian korban tergeletak di lantai kamar mayat. Korban tak hanya penumpang bus, tetapi juga berasal dari kendaraan yang ditabrak serta warga sekitar di lokasi tabrakan.
Sejumlah petugas rumah sakit juga kewalahan menangani puluhan korban yang memerlukan pengobatan. Jumlah petugas yang terbatas membuat upaya pertolongan korban luka dilakukan semampunya. Terlebih, rumah sakit ini khusus untuk pasien paru-paru.(ADI/BOG)
Hingga kini, polisi dibantu warga masih berupaya mengevakuasi korban tabrakan maupun kendaraan yang terlibat kecelakaan ini. Akibat kecelakaan ini, jalur Puncak dari dua arah macet total. Sementara identitas pengemudi bus maut masih belum diketahui.
Tabrakan bermula saat bus Kurnia Bhakti jurusan Bandung-Jakarta datang dari arah Puncak menuju Bogor. Namun, bus yang datang dari jalan menurun ini tiba-tiba tidak terkendali. Bus menabrak Toyota Avanza, Nissan Livina, bus Doa Ibu, sejumlah angkutan kota, serta beberapa sepeda motor di depannya. Bus yang tetap melaju kencang ini menyeret pengendara motor hingga masuk ke dalam jurang [baca: Kecelakaan Beruntun di Puncak, Bus Masuk Jurang].
Sedikitnya 13 orang tewas di lokasi kejadian. Korban tewas maupun luka-luka sebagian besar dibawa ke Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua [baca: Korban Tewas Kecelakaan Beruntun 13 Orang].
Banyaknya korban kecelakaan membuat rumah sakit tidak mampu menampung jenazah sehingga sebagian korban tergeletak di lantai kamar mayat. Korban tak hanya penumpang bus, tetapi juga berasal dari kendaraan yang ditabrak serta warga sekitar di lokasi tabrakan.
Sejumlah petugas rumah sakit juga kewalahan menangani puluhan korban yang memerlukan pengobatan. Jumlah petugas yang terbatas membuat upaya pertolongan korban luka dilakukan semampunya. Terlebih, rumah sakit ini khusus untuk pasien paru-paru.(ADI/BOG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga

