Penembakan di Areal Freeport Terus Terjadi
Igho Batmomolin dan Riyanto Nae10/02/2012 17:30
Liputan6.com, Timika: Usai dioperasi untuk diambil proyektil yang bersarang di tubuhnya, Seperius Yamiru masih dirawat di Rumah Sakit Mitra Masyarakat, Timika, Papua, Jumat (10/2). Seperius merupakan satu dari empat korban penembakan di areal PT Freeport, beberapa waktu lalu.
Satu orang korban lain dirawat di Klinik Kuala Kencana dan dua korban lain diperbolehkan pulang dan cukup menjalani rawat jalan. Sebelumnya, penembakan juga terjadi di areal PT Freeport di Mil 37. Insiden itu menewaskan anggota Brimob Brigadir Satu Ronal Sopamena.
Dua insiden penembakan dalam waktu kurang dari satu pekan ini menambah panjang daftar kasus penembakan di kawasan PT Freeport, sejak Juli 2009 hingga 9 Februari 2012. Sedikitnya, 15 orang tewas dan 54 orang terluka akibat penembakan di areal perusahaan asal Amerika Serikat itu. Kedati demikian, tak satu pun kasus tersebut yang terungkap termasuk pelakunya. Hal ini disesalkan DPRD Mimika.
"Polisi harus bekerja lebih keras untuk menangkap para pelaku dan mengungkap kasus ini," ujar Wakil Ketua DPRD Mimika Karel Gwijange.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Wachyono mengakui pihaknya belum bisa mengungkap kasus penembakan di areal Freeport. Namun, ia membantah tudingan yang menyebut polisi tidak bekerja. "Kami akan terus menyelidiki kasus penembakan ini," ujar Wachyono.
Informasi yang diterima SCTV, setidaknya dua SSK Brimob dari Jayapura dan Sorong dikerahkan ke Timika menyusul semakin meningkatnya gangguan keamanan di areal PT Freeport. Penambahan pasukan ini atas permintaan perusahaan asal Amerika Serikat guna membantu pengamanan obyek vital dan areal pertambangan.(ADI/ULF)
Satu orang korban lain dirawat di Klinik Kuala Kencana dan dua korban lain diperbolehkan pulang dan cukup menjalani rawat jalan. Sebelumnya, penembakan juga terjadi di areal PT Freeport di Mil 37. Insiden itu menewaskan anggota Brimob Brigadir Satu Ronal Sopamena.
Dua insiden penembakan dalam waktu kurang dari satu pekan ini menambah panjang daftar kasus penembakan di kawasan PT Freeport, sejak Juli 2009 hingga 9 Februari 2012. Sedikitnya, 15 orang tewas dan 54 orang terluka akibat penembakan di areal perusahaan asal Amerika Serikat itu. Kedati demikian, tak satu pun kasus tersebut yang terungkap termasuk pelakunya. Hal ini disesalkan DPRD Mimika.
"Polisi harus bekerja lebih keras untuk menangkap para pelaku dan mengungkap kasus ini," ujar Wakil Ketua DPRD Mimika Karel Gwijange.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Wachyono mengakui pihaknya belum bisa mengungkap kasus penembakan di areal Freeport. Namun, ia membantah tudingan yang menyebut polisi tidak bekerja. "Kami akan terus menyelidiki kasus penembakan ini," ujar Wachyono.
Informasi yang diterima SCTV, setidaknya dua SSK Brimob dari Jayapura dan Sorong dikerahkan ke Timika menyusul semakin meningkatnya gangguan keamanan di areal PT Freeport. Penambahan pasukan ini atas permintaan perusahaan asal Amerika Serikat guna membantu pengamanan obyek vital dan areal pertambangan.(ADI/ULF)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini.
Posting komentar Andasaldxxx | saxxx@yaxxx.co| 2012-02-10 18:26:17
saldxxx | saxxx@yaxxx.co| 2012-02-10 18:24:45
marikxxx | marikxxx@yaxxx.com| 2012-02-10 18:15:59
marikxxx | marikxxx@yaxxx.com| 2012-02-10 18:14:13
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga

