Korban Penembakan di Timika Harus Dioperasi

Tim Liputan 6 SCTV
09/02/2012 12:37
Liputan6.com, Timika: Seorang korban penembakan oleh kelompok bersenjata tak dikenal di Mil 37 Tanggul Timur kawasan hutan Kali Kopi, dievakuasi ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM)Timika untuk menjalani operasi.

Kepala Kampung Nayaro, Herman Apoka, kepada ANTARA di Timika, Kamis (9/2), mengatakan, korban yang dievakuasi ke RSMM Timika bernama Siberius Yamiru (29). Ia mengalami luka tembak pada bagian dadanya.

Sebelumnya, Siberius bersama beberapa orang rekannya sempat dirawat di Klinik Kesehatan milik PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana. Namun karena luka yang diderita Siberius cukup parah, yang bersangkutan dievakuasi dari Klinik Kuala Kencana menuju RSMM Timika sekitar pukul 11.00 WIT menggunakan mobil ambulans.

Dari pantauandi ruang Instalasi Gawat Darurat RSMM Timika, terlihat tiga bekas luka tembakan pada tubuh korban, dua luka pada bagian dada kiri dan kanan, serta luka pada tangan kiri.

Pihak RSMM Timika menjelaskan bahwa korban akan menjalani operasi untuk mengeluarkan serpihan peluru yang masih tertinggal dalam tubuhnya.

Adapun lima korban lainnya masih menjalani perawatan di Klinik Kuala Kencana karena kondisi mereka tidak terlalu parah. Dua di antaranya yaitu Rufus Apoka anak kandung Herman Apoka dan Petrus Tumuka. Rufus mengalami luka pada bagian leher terkena pecahan kaca.

Kepala Kampung Nayaro, Herman Apoka bersama isterinya sempat menjenguk para korban di Klinik Kuala Kencana sebelum menuju RSMM Timika.

Di Klinik Kuala Kencana terlihat sejumlah perwira kepolisian dari Mabes Polri yang selama ini membantu pengusutan berbagai kasus penembakan yang terjadi di areal Freeport. Mereka di antaranya adalah AKBP Mochammad Sagi yang pernah bertugas sebagai Kapolres Mimika periode 2009-2011.

Dari laporan yang diterima Herman Apoka, kasus penembakan tersebut terjadi pada Kamis pagi sekitar pukul 08.00 WIT di Mil 37 ruas jalan Tanggul Timur kawasan hutan Kali Kopi.

Pada Kamis pagi sekitar pukul 07.30 WIT, delapan orang karyawan CV Jawapo milik Herman Apoka berangkat dari Kampung Nayaro menggunakan mobil dengan tujuan Tanggul Barat untuk mengerjakan proyek gapion.

Saat mobil melintas di Mil 37, tepatnya di bekas bengkel PT Freeport yang juga berdekatan dengan lokasi penembakan terhadap Briptu Ronald Sopamena, Selasa (7/2), mobil yang ditumpangi karyawan CV Jawapo diberondong tembakan dari arah hutan.

"Mereka telepon saya dan memberitahukan bahwa mereka terkena tembakan di lokasi kejadian kemarin (lokasi penembakan Briptu Ronald Sopamena). Saya dan isteri lalu berjalan kaki datang ke lokasi kejadian," tutur Herman.

Herman mengeluhkan tidak adanya kendaraan operasional untuk anggota TNI-AD dari Batalyon 754 Eme Neme Kangasi dan koorps Tribuana yang menempati dua pos di Kampung Nayaro.

"Anggota di Nayaro tidak bisa bergerak karena tidak ada kendaraan. Mereka hanya nonton saja dan tidak bisa membantu masyarakat karena jarak dari Nayaro ke lokasi kejadian sangat jauh," kata Herman sembari mengutuk keras pelaku penembakan terhadap warganya tersebut.(ANT/MEL)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video