Wakil Rakyat Karaokean, Rakyat Tak Punya Jembatan  

Taufik Muharam dan Doni Martin
02/02/2012 17:51
Liputan6.com, Serang: Saat para anggota DPRD Banten memiliki fasilitas karaoke di ruang rapat, warga Banten di pelosok Kabupaten Lebak justru kesulitan untuk memiliki jembatan. Mereka harus menantang bahaya untuk menyeberang Sungai Ciberang setelah jembatan di sungai ini putus akibat banjir.

Meski telah mendapat sorotan dunia, jembatan belum juga dibangun sehingga warga masih harus menggunakan perahu karet untuk menyeberang. Kali ini Yogi yang mendapat giliran. Ia mengendalikan perahu untuk menyeberangi sungai bersama siswa lainnya. Agar tidak terlalu berat dan bergerak cepat, jumlah penumpang perahu yang mampu menampung sepuluh orang itu dikurangi.

Karena harus bergantian menyeberang, mereka tidak dapat tiba di sekolah dengan cepat. Tak jarang rasa takut menyerang bila volume air meningkat dan arus air makin kuat.

Setelah jembatan gantung maut ala Indiana Jones ditutup dua pekan silam, praktis hanya perahu karet dan rakit yang menjadi alat transportasi utama. Hingga kini, jembatan yang menghubungkan Desa Sanghiang Tanjung dengan Desa Pasir Tanjung, tak kunjung tersentuh perbaikan meski material bangunan sudah didatangkan ke lokasi.

Rencananya pembangunan baru dilakukan setelah ruas jalan darat alternatif sepanjang sekitar 350 meter lebih dulu rampung pengerjaannya. Entah kapan material yang sudah menumpuk tidak akan mubazir karena diterpa panas dan diguyur hujan.

Di Garut, semangat menimba ilmu para bocah juga patut diacungi jempol. Realisasi janji pemerintah Kabupaten Garut untuk membangun jembatan di Dusun Cadas Bodas yang putus masih belum juga terwujud. Itu menyurutkan niat menimba ilmu.

Mereka terpaksa harus menggunakan rakit sederhana ketika harus melalui Sungai Cisanggiri untuk menuju atau pulang dari sekolah di dusun tetangga. Sebagian siswa, terutama laki-laki, memilih menyeberang di aliran sungai yang dangkal dan menyusuri sungai untuk mencapai jalan menuju sekolah.

Mereka menyadari, tindakan itu sangat berbahaya. Namun tak ada pilihan karena jumlah rakit dan daya tampungnya sangat terbatas. Padahal, mereka harus segera tiba di sekolah. (YUS)




adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
DJOKO POERNxxx | djokoipxxx@gmxxx.com| 2012-02-02 22:52:50
Kita kan sudah maklum DPR itu artinya "Dewan Penindas Rakyat" kan bukan wakil rakyat
txxx | michealpratxxx@ymxxx.com| 2012-02-02 20:35:09
makan tu microfon karaoke, moga2 ketelan sekalian.......... dasar pejabat bejat, sampah negara....
aixxx | aiman_farixxx@yaxxx.co| 2012-02-02 19:19:22
pejabat bejad rakyat miskin tidak di hiraukan.hanya senang2 mementingkan dirinya sendiri.pantas di kantor DPR wakil rakyat ada karaoke.nanti bisa jadi akhirnya ada purel pelacur setiap anggota.dan panti pijet,,,bejad 3 x,,
aixxx | aimanfarixxx@yaxxx.id| 2012-02-02 19:17:33
pejabat bejad rakyat miskin tidak di hiraukan.hanya senang2 mementingkan dirinya sendiri.pantas di kantor DPR wakil rakyat ada karaoke.nanti bisa jadi akhirnya ada purel pelacur setiap anggota.dan panti pijet,,,bejad 3 x,,

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video