Minyak Mentah Turun Signifikan  

Tim Liputan 6 SCTV
01/02/2012 09:40
Liputan6.com, Jakarta: Pada akhir perdagangan Rabu (1/2) dini hari harga minyak mentah mengalami penurunan signifikan (. Harga minyak di New York jatuh karena pasar mengkhawatirkan data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan di Amerika Serikat, konsumen minyak mentah terbesar dunia.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, mengakhiri sesi di 98,48 dolar AS per barel, turun 30 sen dari tingkat penutupan Senin. Di seberang Atlantik, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret naik 12 sen menjadi 110,87 dolar AS per barel di London. Kontrak acuan New York mengalami kenaikan pada awal perdagangan di tengah berkembangnya optimisme bahwa Yunani akan mencapai kesepakatan dengan para kreditor swasta untuk mencegah gagal bayar utang negara.Tetapi pasar berubah arah, setelah data baru menunjukkan kepercayaan konsumen AS turun pada Januari dan harga di pasar perumahan yang tertekan turun untuk kelima bulan berjalan pada November. Angka mengecewakan itu menimbulkan kekhawatiran tentang kekuatan permintaan energi Amerika Serikat.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa harga minyak mentah perlahan tapi pasti dapat kembali terdorong menguat apabila Iran bereaksi terhadap sanksi yang dijatuhkan kepadanya oleh Negara-negara Uni Eropa. Kemungkinan harga minyak mentah akan menemukan support dan resistance pada kisaran 95 – 110 dolar per barel.(http://www.vibiznews.com/ARI)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video