Penduduk Jepang Akan Berkurang Sepertiga  

31/01/2012 17:00
Liputan6.com, Tokyo: Penduduk Jepang diperkirakan akan berkurang sampai sepertiga dalam waktu setengah abad mendatang. Sebuah laporan dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan memperkirakan penduduk Jepang pada 2060 menjadi 87 juta jiwa, turun dari 128 juta jiwa pada saat ini. Adapun laju penurunan penduduk diperkiraan mencapai satu juta jiwa setiap tahunnya dalam beberapa dekade mendatang.

Laporan tersebut juga menyebutkan 40 persen penduduk Jepang akan memasuki usia pensiun, yaitu 65 tahun atau lebih tua, pada 2060, yang berarti meningkat 18 persen dari proporsi saat ini. Pada saat bersamaan, jumlah angkatan kerja dengan kategori berusia 15 hingga 65 tahun akan menyusut menjadi setengah dari jumlah total penduduk.

Jepang menyusun laporan kependudukan setiap lima tahun sekali dengan berlandaskan data yang digunakan pemerintah dalam menyusun kebijakan jaminan sosial. Para wartawan mengatakan perkiraan terbaru ini menampilkan gambaran yang suram ketika pemerintah Jepang sedang memerlukan perubahan besar dalam sistem jaminan sosial dan perpajakan.

Perdana Menteri Yoshihiko Noda sudah bertekad untuk menempuh program reformasi ekonomi, antara lain dengan mengusulkan peningkatan pajak dari 5 persen menjadi 10 persen. Namun kubu oposisi meragukan reformasi ekonomi tersebut karena dianggap memerlukan kenaikan pajak yang lebih tinggi dari yang diusulkan.(BBC/ADO)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
firmansxxx | firman_yexxx@yaxxx.com| 2012-02-01 03:20:26
nampaknya kita perlu meminta resep ini kepada jepang, agar jumlah penduduk kita tidak meledak jumlahnya, karena program KB kita seperti jalan di tempat

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video