Ada Enam Titik Penyebab Kematian Irzen Octa
Edward Pangabean31/01/2012 16:29
Liputan6.com, Jakarta: Dokter Mun'im Idris, saksi fakta dalam sidang kasus penganiayaan Irzen Octa mengatakan dari hasil pemeriksaan ulang atas jasad korban menunjukkan adanya memar pada enam titik luka pada beberapa bagian tubuh almarhum. "Kalau ada luka, pasti yang bersangkutan dapat kekerasan tubuh sebelum meninggal," Kata Mun'im dalam kesaksian di sidang terdakwa Boy Yanto Tambunan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (31/1).
Menurutnya memar tersebut antara lain terdapat pada batang otak, dada, dan tungkai jasad Irzen. Dokter ahli forensik ini menilai bahwa luka yang terdapat pada enam titik di tubuh korban, yakni: luka di bagian perut dan punggung, dada bagian dalam, dada kiri bagian dalam, jaringan dinding pusat, tungkai kaki, dan paha bagian depan di bawah tulang kering.
"Saya lakukan otopsi pada 20 April 2011. Targetnya, mendapat fakta lain dari hasil pemeriksaan sementara. Ada beberapa luka, dan kalau ada luka yg pasti yang bersangkutan dapat kekerasan tubuh sebelum meninggal," ungkapnya. Menurutnya, dari kasat mata, ada jejak kekerasan di dada dan tungkai (paha-kaki) karena adanya memar. (ARI)
Menurutnya memar tersebut antara lain terdapat pada batang otak, dada, dan tungkai jasad Irzen. Dokter ahli forensik ini menilai bahwa luka yang terdapat pada enam titik di tubuh korban, yakni: luka di bagian perut dan punggung, dada bagian dalam, dada kiri bagian dalam, jaringan dinding pusat, tungkai kaki, dan paha bagian depan di bawah tulang kering.
"Saya lakukan otopsi pada 20 April 2011. Targetnya, mendapat fakta lain dari hasil pemeriksaan sementara. Ada beberapa luka, dan kalau ada luka yg pasti yang bersangkutan dapat kekerasan tubuh sebelum meninggal," ungkapnya. Menurutnya, dari kasat mata, ada jejak kekerasan di dada dan tungkai (paha-kaki) karena adanya memar. (ARI)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
