Ratusan Warga Mengamuk di Bandara Pattimura  

Sahlan Heluth
31/01/2012 04:33
Liputan6.com, Ambon: Ratusan masyarakat adat Desa Laha, Kota Ambon, Maluku, Senin (30/1), mengamuk di Bandara Internasional Pattimura. Warga tak bisa lagi mengendalikan emosinya setelah tak juga berhasil menemukan petugas Pengadilan Negeri Ambon dan Badan Pertanahan yang rencananya datang ke bandara untuk mengecek lokasi sengketa tanah antara TNI Angkatan Udara dengan warga Hatu, tetangga Desa Laha.

Obyek sengketa seluas 251 hektare itu, diklaim warga Laha sebagai tanah mereka sejak 1953 silam. Berlarut-larutnya kasus sengketa ini membuat warga hilang kesabaran. Warga melampiaskan amarah dengan merusak sejumlah fasilitas, seperti pot bunga, tempat duduk, dan tempat sampah di terminal bandara. Lantaran kalah jumlah, sejumlah aparat kepolisian dan TNI tidak bisa berbuat banyak.

Selain itu, warga juga sempat memblokir ruas jalan keluar Bandara Pattimura dan melakukan sweeping setiap kendaraan untuk mencari petugas pengadilan dan pertanahan. Meski terjadi pengrusakan sejumlah fasilitas bandara dan menduduki landasan pacu, aktivitas penerbangan di bandara berjalan normal. Massa kemudian membubarkan diri dan sepakat untuk kembali mendatangi bandara hari ini.(IAN)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
jainxxx | tjah_nganxxx@yaxxx.com| 2012-01-31 08:03:18
pokok nya rakyat sipil harus kalah,walopun itu benar..........
jainxxx | tjah_nganxxx@yaxxx.com| 2012-01-31 08:01:56
pokok nya rakyat sipil harus kalah,walopun itu benar..........

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video