Mega: Amendemen UUD 1945 Harus Lebih Hati-hati
Rochmanuddin30/01/2012 20:57
Liputan6.com, Jakarta: Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri setuju dengan wacana amendemen UUD 1945. Bahkan, menurutnya, amandemen kelima UUD 1945 merupakan sebuah keniscayaan.
"Perubahan adalah keniscayaan. Namun amendemen tersebut harus dilakukan dengan hati-hati, tidak serampangan, dan tidak melepaskan dari sejarah pembentukannya," ujar Mega, panggilan akrab Megawati Soekarnoputri dalam pidatonya yang disampaikan Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo. Hal itu disampaikan dalam agenda Pekan Konstitusi di Sekretariat International Conference of Islamic Scholars (ICIS), Jakarta Timur, Senin (30/1).
Selain itu, menurut Mega, amendemen juga tidak dapat digerakkan oleh kepentingan yang mengatasnamakan kekuasaan. Terlebih, jika kekuasaan itu digerakkan oleh paham individualisme. Hal tersebut harus dipinggirkan dari agenda kebangsaan.
Ada sejumlah syarat yang menurutnya harus dipenuhi untuk mengamendemen kembali UUD 1945. Di antaranya, harus mengembalikan semangat UUD 1945 dan harus menjadi jalan untuk meluruskan kembali liberalisasi politik dan ekonomi yang telah mengaburkan gambaran ideal sebagai negara berdaulat berdasarkan Pancasila.
Selain itu, lanjut Mega, amendemen juga harus memastikan bangunan sistem pemerintahan negara yang berdaulat di bidang politik, ekonomi, dan kebudayaan. Amendemen juga harus mengembalikan pentingnya Garis-Garis Besar Haluan Negara. Sebab menurutnya, negara tidak bisa dikelola hanya dalam kurun waktu lima atau sepuluh tahun masa jabatan, melalui visi dan misi.
Ide atau gagasan amendemen harus berangkat dari sikap kenegarawanan dan dalam suatu pemahaman yang kuat terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara. Karenanya, menurut Mega, sangat penting mengkontemplasikan benang merah alur pikiran Bung Karno bersama founding father terdahulu.
"Sehingga seluruh falsafah kenegaraan, suasana kebatinan, dan spirit perjuangan untuk membebaskan Indonesia dari segala bentuk penjajahan benar-benar dipahami secara menyeluruh," ujarnya.
Mega berpadangan, benang merah tersebut kini telah putus. Menurutnya, bangsa ini saat ini mudah goyah dan terombang-ambingkan oleh pusaran gelombang kepentingan global atau kapitalisme.(ULF)
"Perubahan adalah keniscayaan. Namun amendemen tersebut harus dilakukan dengan hati-hati, tidak serampangan, dan tidak melepaskan dari sejarah pembentukannya," ujar Mega, panggilan akrab Megawati Soekarnoputri dalam pidatonya yang disampaikan Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo. Hal itu disampaikan dalam agenda Pekan Konstitusi di Sekretariat International Conference of Islamic Scholars (ICIS), Jakarta Timur, Senin (30/1).
Selain itu, menurut Mega, amendemen juga tidak dapat digerakkan oleh kepentingan yang mengatasnamakan kekuasaan. Terlebih, jika kekuasaan itu digerakkan oleh paham individualisme. Hal tersebut harus dipinggirkan dari agenda kebangsaan.
Ada sejumlah syarat yang menurutnya harus dipenuhi untuk mengamendemen kembali UUD 1945. Di antaranya, harus mengembalikan semangat UUD 1945 dan harus menjadi jalan untuk meluruskan kembali liberalisasi politik dan ekonomi yang telah mengaburkan gambaran ideal sebagai negara berdaulat berdasarkan Pancasila.
Selain itu, lanjut Mega, amendemen juga harus memastikan bangunan sistem pemerintahan negara yang berdaulat di bidang politik, ekonomi, dan kebudayaan. Amendemen juga harus mengembalikan pentingnya Garis-Garis Besar Haluan Negara. Sebab menurutnya, negara tidak bisa dikelola hanya dalam kurun waktu lima atau sepuluh tahun masa jabatan, melalui visi dan misi.
Ide atau gagasan amendemen harus berangkat dari sikap kenegarawanan dan dalam suatu pemahaman yang kuat terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara. Karenanya, menurut Mega, sangat penting mengkontemplasikan benang merah alur pikiran Bung Karno bersama founding father terdahulu.
"Sehingga seluruh falsafah kenegaraan, suasana kebatinan, dan spirit perjuangan untuk membebaskan Indonesia dari segala bentuk penjajahan benar-benar dipahami secara menyeluruh," ujarnya.
Mega berpadangan, benang merah tersebut kini telah putus. Menurutnya, bangsa ini saat ini mudah goyah dan terombang-ambingkan oleh pusaran gelombang kepentingan global atau kapitalisme.(ULF)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Kado Valentine Dari Axis
Bonus Internet unlimited dengan paket Axis Eksis Unlimited, cek disini.
www.axisworld.co.id
Bonus Internet unlimited dengan paket Axis Eksis Unlimited, cek disini.
www.axisworld.co.id
Experience Singapore
Discover the thriving global city at the heart of Asia
www.Home-in-Singapore.sg
Discover the thriving global city at the heart of Asia
www.Home-in-Singapore.sg
