Ibas: Kebutuhan Alutsista TNI Harus Dipenuhi
Raymond Kaya30/01/2012 19:28
Liputan6.com, Jakarta: Anggota Komisi I DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono mengatakan, kebutuhan TNI terkait perbaruan alat utama sistem persenjataan (alutsista) harus didukung penuh. "Intinya kita mendukung percepatan pemenuhan kebutuhan alutsista sesuai sesuai dengan anggaran yang telah disepakati bersama," terang Edhie Baskoro atau biasa disapa Ibas usai rapat bersama Komisi I DPR dengan Menhan, Menkeu, Ketua Bapenas, dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/1).
Ibas menambahkan, TNI sebaiknya memprioritaskan menggandeng industri strategis dalam negeri terlebih dahulu selama dapat memenuhi standarisasi pertahanan dalam negeri. "Jika memang industri strategis kita siap, tentunya kita prioritaskan untuk membeli alutsista dalam negeri. Namun bila industri pertahanan kita belum siap dengan teknologi, sebaiknya kita sesuaikan dengan mengadopsi teknologi luar negeri dengan catatan ke depan kita memperoleh keuntungan dengan adanya transfer of technology (ToT) lewat pembelian alutsista tersebut," jelas Ibas, dalam siaran persnya.
Namun Ibas mengingatkan, ada tiga faktor penting yang harus dipertimbangan dalam pemenuhan kebutuhan alutsista TNI. Pertama harus memperhatikan kebutuhan masing-masing matra TNI yang disesusaikan dengan Blue Book Minimum esensial Force (MEF), tentunya dengan melihat perbandingan sistem persenjataan negara tetangga RI. Kedua, memperhatikan kesejahteraan TNI secara keseluruhan yang menyangkut sandang pangan, papan, serta renumerasi dan fasilitas penunjang lainnya. Ketiga, memperhatikan anggaran yang ada termasuk pendanaan dalam negeri dan mengurangi kredit ekspor (pinjaman luar negeri) demi terciptanya neraca keuangan yang stabil.(ULF)
Ibas menambahkan, TNI sebaiknya memprioritaskan menggandeng industri strategis dalam negeri terlebih dahulu selama dapat memenuhi standarisasi pertahanan dalam negeri. "Jika memang industri strategis kita siap, tentunya kita prioritaskan untuk membeli alutsista dalam negeri. Namun bila industri pertahanan kita belum siap dengan teknologi, sebaiknya kita sesuaikan dengan mengadopsi teknologi luar negeri dengan catatan ke depan kita memperoleh keuntungan dengan adanya transfer of technology (ToT) lewat pembelian alutsista tersebut," jelas Ibas, dalam siaran persnya.
Namun Ibas mengingatkan, ada tiga faktor penting yang harus dipertimbangan dalam pemenuhan kebutuhan alutsista TNI. Pertama harus memperhatikan kebutuhan masing-masing matra TNI yang disesusaikan dengan Blue Book Minimum esensial Force (MEF), tentunya dengan melihat perbandingan sistem persenjataan negara tetangga RI. Kedua, memperhatikan kesejahteraan TNI secara keseluruhan yang menyangkut sandang pangan, papan, serta renumerasi dan fasilitas penunjang lainnya. Ketiga, memperhatikan anggaran yang ada termasuk pendanaan dalam negeri dan mengurangi kredit ekspor (pinjaman luar negeri) demi terciptanya neraca keuangan yang stabil.(ULF)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
