Proses Demokrasi di Indonesia Minus HAM
Andrie Yudhistira29/01/2012 18:24
Liputan6.com, Jakarta: LSM Imparsial menyatakan sepanjang 2011 proses demokrasi di Indonesia minus Hak Asasi Manusia (HAM). Berbagai ancaman maupun pelanggaran HAM masih menghantui masyarakat.
Direktur Program Imparsial Al-Araf mengatakan, pelanggaran HAM beberapa di antaranya kekerasan Papua, konflik pertanahan di kasus Mesuji, dan kebebasan beragama. "Persoalan kebebasan beragama, aksi kekerasan dan pembatasan hak oleh negara terus terjadi," ujarnya saat jumpa pers di kantor Imparsial, Jakarta, Ahad (29/1).
Al-Araf pun mengatakan, agar mengedepankan komunikasi untuk meminimalisasi pelanggaran HAM. Yang akhirnya tak ada lagi demokrasi di Indonesia yang minus HAM.(AIS)
Direktur Program Imparsial Al-Araf mengatakan, pelanggaran HAM beberapa di antaranya kekerasan Papua, konflik pertanahan di kasus Mesuji, dan kebebasan beragama. "Persoalan kebebasan beragama, aksi kekerasan dan pembatasan hak oleh negara terus terjadi," ujarnya saat jumpa pers di kantor Imparsial, Jakarta, Ahad (29/1).
Al-Araf pun mengatakan, agar mengedepankan komunikasi untuk meminimalisasi pelanggaran HAM. Yang akhirnya tak ada lagi demokrasi di Indonesia yang minus HAM.(AIS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
