Bunker 100 Km Dihuni Kelelawar Langka  

Tim Liputan6
29/01/2012 05:34
Liputan6.com, Tepi Barat: Banyak bunker bekas tempat persembunyian atau perlindungan di masa peperangan akhirnya hanya menjadi tempat wisata atau tempat kosong tak berguna. Tapi di kawasan sepanjang Sungai Yordan di Tepi Barat, bunker dimanfaatkan sebagai tempat untuk menyelamatkan kelelawar dari kepunahan.

Bunker di kawasan Sungai Jordan tersebut terbengkalai sejak 1994 lampau. Sejak itulah, kelompok besar kelelawar menemukan tempat persembunyian yang aman dan nyaman. Ribuan kelelawar tersebut termasuk jenis yang langka. Sedikitnya ada 12 spesies kelelawar endemik di bunker sepanjang 100 kilometer tersebut.

Pejabat dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pertamanan setempat, Aviam Atar, mengatakan habitat asli kelelawar langka tersebut kini telah rusak akibat ulah manusia.

"Jenis kelelawar yang kami temukan di sini merupakan spesies langka. Mereka menempati bunker karena habitat asli mereka rusak, akibat ulah manusia. Jadi sekarang, mereka menempati tempat buatan manusia," ujarnya.

Setelah berada di bunker tersebut, ribuan kelelawar dibuatkan jaring tambahan dan bebatuan untuk menciptakan suasana tempat yang lebih nyaman bagi kelelawar. Keberadaan kelelawar tersebut membawa dampak positif, antara lain membantu petani setempat dengan memangsa perusak tanaman. (Vin)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video