Mahasiswa Gelar Aksi Teatrikal Referendum  

Riski Adam
28/01/2012 23:03
Liputan6.com, Jakarta: Sekitar 400 mahasiswa dari 128 kampus di 20 provinsi seluruh Indonesia, menggelar referendum. Tujuannya untuk menentukan nasib pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono. Acara ini digelar di Kampus Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) Jakarta, Sabtu (28/1).

Namun, referendum dan pemilihan umum ini adalah aksi teatrikal sebagai bentuk kecaman mahasiswa terhadap pemerintahan kali ini yang dinilai tak bisa memberikan perubahan dan kesejahteraan bagi rakyat.

"Ini merupakan sebuah referendum menyatakan sikap mahasiswa apakah pemerintahan SBY-Boediono ini dilanjutkan atau dihentikan," ungkap Humas Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (KONAMI) Denny Ardiansyah saat ditemui di Kampus USNI Jakarta.

Dalam aksi referendum ala mahasiswa ini, terlihat adanya dua bilik pemungutan suara yang ditutup kain putih bagaikan bilik pemungutan suara pada pemilu sesungguhnya. Di tengah bilik suara yang ditutup kain putih juga terlihat spanduk bertuliskan 'Referendum Mahasiswa'.

Dua meja tempat di mana saksi dan panitia pemungutan suara juga disiapkan. Di sisi lain juga terpampang tata cara pemilihan pada kertas suara yang akan ditentukan para peserta pemilu. Dalam kertas suara hanya ada dua pilihan, yakni 'Hentikan SBY-Boediono' atau 'Lanjutkan SBY-Boediono'. Dan kotak suara pun juga tersedia untuk menampung seluruh kertas suara dalam pemilu.

Dalam referendum dan pemilu, hanya 107 mahasiswa dari 400 mahasiswa yang tergabung dalam KONAMI ini yang mengikuti referendum dan pemilu mahasiswa. Dan dalam hasil pemilu tercatat yang memilih untuk 'Lanjutkan SBY-Boediono' sebanyak satu suara. Dan yang memilih untuk 'Hentikan SBY-Boediono' sebanyak 98 suara, dan yang abstain ada delapan suara.

"Ini tidak seluruh mahasiswa yang mengikuti referendum ini, karena ada sebagian mahasiswa sedang melakukan konsolidasi di kampus-kampus yang lain untuk melanjutkan perjuangan kita. Tapi hasil pemilu tersebut telah membuktikan bahwa mahasiswa sangat ingin pemerintahan ini dihentikan," pungkasnya.(AIS)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
ayu nxxx | ayuperhotelxxx@yaxxx.com| 2012-01-30 08:39:01
Semua ini bukan cuma salah pemerintahan. Kalau negara kitaini ingin berubah, mulai lah dari diri kita sendiri lakukan hal hal yang posirif. bukan hal hal yang konyol....
puxxx | ayuperhotelxxx@yaxxx.com| 2012-01-30 08:35:24
Gak semuanya murni salah pemerintahan, kalau negara kita ini ingin berubah lebih maju di mulai dari diri kita sendiri. kalau ingin maju lakukan tindakan-tindakan yang positif.
A. Subaxxx | sb4ndxxx@yaxxx.com| 2012-01-29 20:30:08
Walau kurang setuju, saya pingin tahu juga hasilnya. Dilemmatis. Saya pikir, kita harus menghormati proses dan hasil pilpres yang lalu. Dari segi performance, terutama dari sisi law enfeorcement, saya kecewa berat pada pemerintahan SBY Boediono.

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video