Redupnya Si Layar Putih  

Tim Liputan 6 SCTV
28/01/2012 09:14
Liputan6.com, Jakarta: Berbicara tentang inovasi di era yang semakin canggih ini memang sudah jadi keharusan. Tapi bukan berarti melupakan tradisi, salah satunya layar tancap. Dulu layar tancap sempat menjadi sarana hiburan favorit sebagian warga. Tapi kini di tengah gempuran bioskop, layar tancap mulai ditinggalkan penontonnya.

Namun di tengah serbuan zaman, Bang Ceme tetap mengeluti usaha layar tancap. bang Ceme menerima order pesanan untuk daerah Ibu Kota dan juga sekitarnya seperti Bekasi, Tangerang, dan Depok. Mahasiswa Budi Luhur, Jakarta mencoba memotret kegiatan Bang Ceme lewat dokumenter berjudul Redupnya Si Layar Putih.

Video diawali dengan kesibukan Bang Ceme menyiapkan untuk order hajatan. Kain putih berukuran 2x5 meter ditancapkan dengan menggunakan bambu yang berfungsi sebagai screen. Jangan harap kita akan menonton film-film box office. Pasalnya film yang diputar hampir 100 persen film Indonesia mulai dari laga, komedi, atau horor.

Menonton layar tancap memang tak senikmat bila melihat di bioskop. Namun bisnis film keliling boleh dibilang tak ada matinya. Sebab layar tancap dianggap sebagai pengumpul masa yang efektif. Layar tancap sebenarnya sudah ada sejak zaman Belanda. Namun kalangan perfilman nasional kala itu menganggap layar tancap sebagai pengamen belaka.

Padahal layar tancap tak sekadar layar putih yang tak bermakna. Tapi justru punya pesan mendalam dari sisi sosial dan mampu menghibur masyarakat termasuk di pelosok yang tak terjangkau televisi. Redupnya si layar putih tentu perlu digaungkan agar layar tancap bisa jadi salah satu ikon kebudayaan bangsa Indonesia dan kembali menyinari dunia perfilman Tanah Air.(JUM)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video