Serangan Nazaruddin Kian Gencar  

Tim Liputan 6 SCTV
28/01/2012 05:13
Liputan6.com, Jakarta: Serangan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin terhadap ketua umum partai tersebut, Anas Urbaningrum, semakin gencar. Bahkan, sidang lanjutan kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games yang menghadirkan dua saksi mantan anak buah Nazaruddin di Grup Permai berlangsung panas di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Jumat (27/1).

Majelis hakim sempat mengancam kedua pihak, jaksa maupun kuasa hukum Nazaruddin untuk keluar dari ruang persidangan. Dalam sidang kemarin, saksi Oktarina Furi kembali mengungkap adanya aliran dana puluhan miliar dari Grup Permai ke Kongres Partai Demokrat pada 2010 lalu.

Usai persidangan, Nazaruddin menyebut uang puluhan miliar rupiah itu untuk pemenangan Anas Urbaningrum. Sekalipun namanya disebut, Ketua Umum Partai Demokrat acap kali membantah adanya aliran dana ke kongres Demokrat.

Selain Oktarina Furi, saksi lain yang dihadirkan adalah Lutfi Hardiansyah, asisten pribadi istri Nazaruddin, Neneng Sriwahyuni dan sopir dari Wakil Direktur Keuangan PT Permai Group, Yulianis, yang juga mengaku ikut mengantar uang ke Kongres Demokrat.

Bahkan, Lutfi juga sempat menghantarkan sejumlah uang ke ruangan anggota Badan Anggaran DPR I Wayan Koster atas instruksi Yulianis yang sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Mindo Rosalina Manulang.(ANS)


adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 6 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
oxxx | nutxxx@hotmxxx.com| 2012-01-29 00:07:49
Menyeret kambing bisa pak, menyeret kerbo kan berat, musti beramai-ramai engga bisa sendiri.
oxxx | nutxxx@hotmxxx.com| 2012-01-28 23:56:48
Is Anas holding all the trumps????
oxxx | nutxxx@hotmxxx.com| 2012-01-28 23:54:59
Is Anas holding all the trumps?????
oxxx | nutxxx@hotmxxx.com| 2012-01-28 23:30:10
Partai Demokrat partai pemerintah, masakan Ketua Dewan Pembina PD tidak mengetahui praktek2 negatif dari anggautanya yang mempunyai kedudukan tinggi dalam partai dan pemerintahan??? Masakan tidak ada info intel masuk???
jerxxx | dhuangxxx@yaxxx.com| 2012-01-28 13:10:23
KPK,tangkap saja,anas dalang semua itu.
xxx | yasxxx@yaxxx.com| 2012-01-28 11:00:52
KPK harus berani menyeret semua yang terlibat kasus wisma atlet Hambalang tapa terkecuali, jangan bilang Nazar itu gila, atau tak waras mungkin Anas akan menjadi panik dan tak waras lagi berpikirnya.

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video