Warung dan Penginapan Masih Porak-poranda
Doni Martin dan Deden Julianes28/01/2012 00:13
Liputan6.com, Garut: Pasca dilanda gelombang pasang air laut dan badai angin barat, puluhan warung dan penginapan di Pantai Santolo, Kecamatan Cikelet, Garut, Jawa Barat, masih porak-poranda. Sejumlah pemilik pun mulai membereskan puing bangunan yang rusak.
Pantauan SCTV, Jumat (27/1), warga berusaha mencari barang yang masih bisa dimanfaatkan dari beberapa bangunan penginapan masih berdiri. Kendati ada sebagian penginapan yang masih berdiri, kondisi ini sangat berbahaya karena sebagian besar bagian pondasinya tergerus air laut dan berpotensi ambruk sewaktu-waktu. Seperti halnya yang diungkapkan pemilik penginapan, Juju Juariyah.
Sementara itu, sejumlah polisi perairan Polres Garut terus berpatroli dan memantau perkembangan di sepanjang garis pantai. Menurut petugas badai angin barat selalu datang melanda kawasan ini setiap tahunnya. Namun, badai kali ini terbilang cukup parah dan membahayakan karena gelombang bisa mencapai ketinggian tiga sampai lima meter dengan disertai angin berkecepatan 40 sampai 50 knot.
Akibat bencana ini, polisi mengevakuasi sedikitnya 26 jiwa. Saat ini, aparat juga berkordinasi dengan sejumlah pihak yang berkompeten terkait cuaca buruk yang melanda kawasan Pantai Selatan Garut guna merumuskan upaya penanggulangan lanjutan.
Sementara itu, di Kepulauan Seribu, Jakarta. Kerusakan melanda sejumlah pulau seperti Pulau Harapan, Pulau Kelapa dan Pulau Kelapa Dua akibat terjangan angin puting beliung yang terjadi beberapa hari lalu. Tercatat 524 rumah dan lima tempat ibadah rusak. Warga pun sibuk memperbaiki rumah maupun lingkungan mereka.
Selain rumah warga, enam sekolah juga mengalami kerusakan yang cukup parah hingga mengakibatkan kegiatan belajar-mengajar terganggu. Warga berharap bantuan dari Pemerintah DKI Jakarta segera tiba.(ADI/YUS)
Pantauan SCTV, Jumat (27/1), warga berusaha mencari barang yang masih bisa dimanfaatkan dari beberapa bangunan penginapan masih berdiri. Kendati ada sebagian penginapan yang masih berdiri, kondisi ini sangat berbahaya karena sebagian besar bagian pondasinya tergerus air laut dan berpotensi ambruk sewaktu-waktu. Seperti halnya yang diungkapkan pemilik penginapan, Juju Juariyah.
Sementara itu, sejumlah polisi perairan Polres Garut terus berpatroli dan memantau perkembangan di sepanjang garis pantai. Menurut petugas badai angin barat selalu datang melanda kawasan ini setiap tahunnya. Namun, badai kali ini terbilang cukup parah dan membahayakan karena gelombang bisa mencapai ketinggian tiga sampai lima meter dengan disertai angin berkecepatan 40 sampai 50 knot.
Akibat bencana ini, polisi mengevakuasi sedikitnya 26 jiwa. Saat ini, aparat juga berkordinasi dengan sejumlah pihak yang berkompeten terkait cuaca buruk yang melanda kawasan Pantai Selatan Garut guna merumuskan upaya penanggulangan lanjutan.
Sementara itu, di Kepulauan Seribu, Jakarta. Kerusakan melanda sejumlah pulau seperti Pulau Harapan, Pulau Kelapa dan Pulau Kelapa Dua akibat terjangan angin puting beliung yang terjadi beberapa hari lalu. Tercatat 524 rumah dan lima tempat ibadah rusak. Warga pun sibuk memperbaiki rumah maupun lingkungan mereka.
Selain rumah warga, enam sekolah juga mengalami kerusakan yang cukup parah hingga mengakibatkan kegiatan belajar-mengajar terganggu. Warga berharap bantuan dari Pemerintah DKI Jakarta segera tiba.(ADI/YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Film Durable Love - Acer
Ayo nonton film romantis gratis dan dapatkan kejutaan menarik disini.
facebook.com/acer-indonesia
Ayo nonton film romantis gratis dan dapatkan kejutaan menarik disini.
facebook.com/acer-indonesia
