Polisi Indikasikan Laporan Penculikan Bayi itu Palsu
Vincent Hakim24/01/2012 07:59
Liputan6.com, Semarang: Kasus penculikan bayi laki-laki yang dilaporkan ke polisi oleh Sarubi Niati Cholisoh (26) hanyalah rekayasa belaka. Menurut hasil pemeriksaan polisi, Niati nekat membuat laporan palsu tersebut karena tidak ingin diceraikan oleh sang suami bernama Sardi (35). Hari ini rencananya akan dilakukan gelar perkara di Mapolrestabes Semarang.
"Selasa (24/1) akan kami jelaskan semua saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang," ujar Kasat Reskrim AKBP Augustinus Pangaribuan.
Laporan tentang kasus penculikan itu sendiri terjadi, Minggu (22/1). Ketika itu Niati mengaku dirinya diculik oleh beberapa pria tak dikenal, Rabu (18/1) sekitar pukul 08.00 WIB. Waktu itu dirinya sedang berjalan hendak membeli bubur ayam tidak jauh dari tempat tinggalnya. Ia dihampiri sejumlah pria yang menanyakan tempat indekos dan tiba-tiba langsung membius korban hingga tidak sadar.
Setelah sadar, korban mengaku sudah berada di dalam gudang dan dijaga oleh seorang pria berbadan tegap. Korban yang hamil delapan bulan pada saat diculik itu juga sempat menghubungi suaminya melalui telepon seluler dan mengatakan kalau dirinya berada di dalam gudang, namun kemudian direbut oleh pria yang tidak dikenal itu.
Tidak lama kemudian, datang dua perempuan mengenakan pakaian perawat yang memaksa korban agar meminum obat dan beberapa waktu kemudian korban melahirkan dengan mendapat bantuan paramedis. Korban mengaku tidak dapat mengenali beberapa orang yang menculik dan menyekapnya karena selalu mengenakan penutup wajah. Yang diingat korban adalah bayinya berkelamin laki-laki dan memiliki tanda lahir di bagian belakang telinga kanan yang diketahui ketika sedang menyusui.
Korban dilepaskan para penculiknya di depan bangunan Lawang Sewu Semarang pada Minggu (22/1) sekitar pukul 05.15 WIB. Korban sempat mengejar menggunakan taksi namun kehilangan jejak di kawasan Simpang Lima.
Sebelumnya, suami korban sempat membuat laporan resmi di SPK Mapolrestabes Semarang saat istrinya hilang pada Rabu (18/1). Pasangan suami istri tersebut tinggal di rumah indekos di Jalan Sidodadi Timur Nomor 34, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur. (ANT/Vin)
"Selasa (24/1) akan kami jelaskan semua saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang," ujar Kasat Reskrim AKBP Augustinus Pangaribuan.
Laporan tentang kasus penculikan itu sendiri terjadi, Minggu (22/1). Ketika itu Niati mengaku dirinya diculik oleh beberapa pria tak dikenal, Rabu (18/1) sekitar pukul 08.00 WIB. Waktu itu dirinya sedang berjalan hendak membeli bubur ayam tidak jauh dari tempat tinggalnya. Ia dihampiri sejumlah pria yang menanyakan tempat indekos dan tiba-tiba langsung membius korban hingga tidak sadar.
Setelah sadar, korban mengaku sudah berada di dalam gudang dan dijaga oleh seorang pria berbadan tegap. Korban yang hamil delapan bulan pada saat diculik itu juga sempat menghubungi suaminya melalui telepon seluler dan mengatakan kalau dirinya berada di dalam gudang, namun kemudian direbut oleh pria yang tidak dikenal itu.
Tidak lama kemudian, datang dua perempuan mengenakan pakaian perawat yang memaksa korban agar meminum obat dan beberapa waktu kemudian korban melahirkan dengan mendapat bantuan paramedis. Korban mengaku tidak dapat mengenali beberapa orang yang menculik dan menyekapnya karena selalu mengenakan penutup wajah. Yang diingat korban adalah bayinya berkelamin laki-laki dan memiliki tanda lahir di bagian belakang telinga kanan yang diketahui ketika sedang menyusui.
Korban dilepaskan para penculiknya di depan bangunan Lawang Sewu Semarang pada Minggu (22/1) sekitar pukul 05.15 WIB. Korban sempat mengejar menggunakan taksi namun kehilangan jejak di kawasan Simpang Lima.
Sebelumnya, suami korban sempat membuat laporan resmi di SPK Mapolrestabes Semarang saat istrinya hilang pada Rabu (18/1). Pasangan suami istri tersebut tinggal di rumah indekos di Jalan Sidodadi Timur Nomor 34, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur. (ANT/Vin)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi

