Gempa Tewaskan Belasan Warga Uzbekistan

21/07/2011 10:31

Liputan6.com, Tashkent: Gempa berkekuatan 6,2 pada skala Richter di Uzbekistan menewaskan sedikitnya 13 orang dan 86 lainnya cedera. Gempa ini melanda perbatasan Uzbekistan-Kirgiztan di daerah terpencil lembah Fergana. Demikian dikatakan seorang pejabat Kementerian Darurat Uzbekistan, baru-baru ini.

Gempa itu terjadi pada pukul 01.35 (02.35 WIB, Selasa) dengan pusat sedikit di dalam Kirgistan tetangganya, tapi 42 kilometer barat daya kota Fergana, Uzbekistan. Hal ini dilaporkan Badan Survei Geologi Amerika Serikat atau USGS [baca: Gempa 6,2 SR Mengguncang Pesisir Uzbekistani].

"Beberapa bangunan tua di wilayah Fergana hancur," imbuh pejabat Kementerian Darurat Uzbekistan. "Berdasarkan keterangan awal, 13 orang tewas akibat kerusakan rumah. "Layanan darurat memberi bantuan kesehatan kepada 86 orang dan 35 lainnya dibawa ke rumah sakit terdekat."

Gempa tersebut turut dirasakan di ibu kota Uzbekistan, Tashkent, yang berjarak sekitar 235 kilometer dari pusat bencana. Sejauh ini, Presiden Uzbekistan Islam Karimov memerintahkan pejabat mengatasi akibat gempa itu.

Sementara, Kirgistan melaporkan belum menemukan korban. Hanya saja, keluasan kerusakan di daerah terpencil baru jelas jika satuan khusus kiriman pemerintah Kirgiztan selesai bekerja. "Jelas ada kerusakan. Gempa itu terlalu kuat," kata Kepala Lembaga Seismologi di Akademi Ilmu Pengetahuan Kirgistan, Kanat Abdrakhmatov.

Lembah Fergana adalah daerah resah bersama Kirgistan, Tajikistan dan Uzbekistan dan dihuni berbagai kelompok suku, yang berhubungan secara rumit. Wilayah itu mengalami kekerasan dan kerusuhan berkala sejak keruntuhan Uni Soviet pada 1991.

Gempa itu melanda wilayah perbatasan pada kedalaman 9,2 kilometer, menggoyang Fergana, kota dengan sekitar 200 ribu penduduk. "Gempa itu juga tercatat enam SR di kota kedua Tajikistan, Khujand, yang berpenduduk 150 ribu orang," kata pejabat Tajikistan.

Di Khunjad, seorang pria berusia 43 tahun melompat keluar dari jendela lantai dua sehingga tewas seketika. "Mungkin, ia mengantuk. Mungkin, ia pikir, `jika semua runtuh, saya akan berada di bawah reruntuhan,` sehingga ia lompat keluar dan tewas," kata sumber di Kementerian Dalam Negeri Kirgistan kepada AFP.(ANS/Ant)


adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video