Mogok Makan Baba Ramdev Dibubarkan Polisi

05/06/2011 12:56
Liputan6.com, New Delhi: Kepolisian New Delhi membubarkan aksi mogok makan massal melawan korupsi yang dilakukan guru yoga terkenal India, Baba Ramdev, bersama para pengikutnya, Ahad (5/6). Polisi bahkan menggunakan gas air mata untuk membubarkan para pengikut Ramdev yang berada di dalam tenda raksasa untuk melakukan mogok makan massal sampai mati itu.

"Izin yang diajukan adalah pembangunan tenda untuk kamp yoga dengan peserta 5.000 orang bukan 50 ribu orang yang melakukan agitasi," kata Kepala Kepolisian Delhi Rajan Bhagat. "Kami sudah membatalkan izinnya dan meminta mereka untuk bubar," tambah Bhagat seperti dikutip BBC Indonesia.

Namun, pembubaran paksa ini justru akan memperkuat posisi Ramdev dan akan mengundang banyak protes dari seluruh India. Selain itu, aksi pembubaran ini akan semakin menjatuhkan popularitas pemerintah di negara-negara bagian kawasan utara yang secara politik sangat penting saat pemilu tiba.

Ramdev yang datang dari keluarga miskin dan buta huruf itu memiliki acara televisi yang ditonton sedikitnya 30 juta orang memulai aksi mogok makannya Sabtu kemarin dalam sebuah tenda berukuran empat kali lapangan sepakbola. Di dalam tenda yang didirikan di pusat Kota New Delhi itu, dia bersama ribuan pengikutnya menjalankan protes menentang menjamurnya korupsi di India.

Pemerintahan India yang dimotori koalisi Partai Kongres ini sebenarnya sudah berusaha bernegosiasi dengan Ramdev yang menuntut pengembalian uang hasil korupsi di luar negeri dan hukuman mati untuk para pejabat korup. Pemerintah sebenarnya sudah menyepakati sejumlah tuntutan Ramdev namun sang guru yoga menyerukan agar aksi mogok makan terus dijalankan.

Aksi mogok makan ini muncul setelah aksi semula juga dilakukan aktivis sosial Anna Hazare, April tahun lalu. Aksi itu membuat rakyat India mendesak pemerintah untuk menerbitkan undang-undang antikorupsi yang kemudian memungkinkan India memiliki lembaga pemberantasan korupsi yang independen. Kadua aksi mogok makan ini menggambarkan bagaimana masyarakat kelas menengah India sudah bosan dengan kekuasaan yang didominasi partai politik tradisional yang korup.(ADO)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video