Ucapan Terima Kasih untuk Briptu Norman
Fahrizal Lubis06/04/2011 14:55
Liputan6.com, Jakarta: Kepolisian Daerah Gorontalo menyesalkan aksi kocak Brigadir Polisi Satu (Briptu) Norman Kamaru. Namun berbeda dengan Mabes Polri yang mengucapkan terima kasih kepada Norman. Pasalnya, Norman telah menghibur teman-temannya di saat sedang tak dinas.
Menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Bachrul Alam, setelah dilakukan pemeriksaan terkait video Norman yang tersebar di YouTube, ternyata Briptu Norman sedang tidak dalam bertugas.
"Untuk Briptu Norman, setelah dilakukan pemeriksaan ternyata itu tidak dilakukan pada saat jam kerja atau jam dinas. Jadi wajar-wajar saja. Kita menilai itu sah-sah saja. Saya rasa itu reaksi seorang polisi, kita terima kasih juga," ucap Anton di Markas Besar Polri, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (6/4).
Anton mengatakan, aksi Briptu Norman yang tergambar dalam video tersebut menggambarkan seorang polisi yang memiliki kreasi dan bakat. "Saya rasa itu reaksi seorang polisi. Karena dia ternyata penyanyi di Polda. Dia penyanyi India," kata mantan Kapolda Jawa Timur ini.
Polri sendiri, tutur Anton, tidak akan memberikan hukuman terhadap Briptu Norman atas aksinya yang terekam dan tersebar di masyarakat. Malahan, tambah Anton, Polri akan menyalurkan bakat yang dimiliki anggota Kesatuan Brimob Polda Gorontalo tersebut. "Kita akan salurkan bakatnya," bebernya.
Video bertajuk "Polisi Gorontalo Menggila" diunggah ke YouTube, 29 Maret silam. Hingga kini video tersebut telah dilihat oleh lebih dari puluhan ribu pengguna internet. Dalam video tersebut, Norman tampak sedang asyik berjoget dan membawakan lagu India. Setidaknya lebih dari 23.000 pengunjung telah melihat video yang diberi judul "Polisi Gorontalo Menggila" ini di YouTube.
Aksi Norman ini pun mendapat apresiasi positif dari masyarakat Gorontalo, Sulawesi Utara. Mereka menganggap video yang diperagakan anggota Brimob yang biasa dianggap sosok menakutkan itu sangat menghibur.(MEL)
Menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Bachrul Alam, setelah dilakukan pemeriksaan terkait video Norman yang tersebar di YouTube, ternyata Briptu Norman sedang tidak dalam bertugas.
"Untuk Briptu Norman, setelah dilakukan pemeriksaan ternyata itu tidak dilakukan pada saat jam kerja atau jam dinas. Jadi wajar-wajar saja. Kita menilai itu sah-sah saja. Saya rasa itu reaksi seorang polisi, kita terima kasih juga," ucap Anton di Markas Besar Polri, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (6/4).
Anton mengatakan, aksi Briptu Norman yang tergambar dalam video tersebut menggambarkan seorang polisi yang memiliki kreasi dan bakat. "Saya rasa itu reaksi seorang polisi. Karena dia ternyata penyanyi di Polda. Dia penyanyi India," kata mantan Kapolda Jawa Timur ini.
Polri sendiri, tutur Anton, tidak akan memberikan hukuman terhadap Briptu Norman atas aksinya yang terekam dan tersebar di masyarakat. Malahan, tambah Anton, Polri akan menyalurkan bakat yang dimiliki anggota Kesatuan Brimob Polda Gorontalo tersebut. "Kita akan salurkan bakatnya," bebernya.
Video bertajuk "Polisi Gorontalo Menggila" diunggah ke YouTube, 29 Maret silam. Hingga kini video tersebut telah dilihat oleh lebih dari puluhan ribu pengguna internet. Dalam video tersebut, Norman tampak sedang asyik berjoget dan membawakan lagu India. Setidaknya lebih dari 23.000 pengunjung telah melihat video yang diberi judul "Polisi Gorontalo Menggila" ini di YouTube.
Aksi Norman ini pun mendapat apresiasi positif dari masyarakat Gorontalo, Sulawesi Utara. Mereka menganggap video yang diperagakan anggota Brimob yang biasa dianggap sosok menakutkan itu sangat menghibur.(MEL)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
