Baru 2 Persen Reruntuhan Gempa Haiti Dibersihkan
Jaenal Abidin13/09/2010 19:11
Liputan6.com, Port-Au-Prince: Terlihat suasana kota yang jalan-jalannya masih dilapisi oleh debu dan reruntuhan gedung National Palace adalah pengingat yang paling terlihat akibat dari pasca gempa dahsyat di Haiti. Menurut perkiraan, gempa meninggalkan 25 juta meter kubik reruntuhan di Port-Au-Prince yang banyaknya tujuh kali lebih banyak dari jumlah beton yang digunakan untuk membangun Bendungan Hoover.
Sampai saat ini, hanya sekitar dua persen puing-puing itu telah dibersihkan di Haiti, dan terlihat seperti masih sebulan pasca gempa padahal gempa terjadi pada 12 Januari silam atau tujuh bulan yang lalu telah meninggalkan banyak puing-puing bangunan.
Juru bicara pemerintah dan kelompok-kelompok bantuan dari luar mengatakan pembersihan reruntuhan adalah prioritas sebelum Haiti dapat membangun kembali. Mereka mengatakan kesulitan-kesulitan seperti, peralatan berat yang dikirim melalui laut dan truk-truk sampah memiliki kesulitan mencapai daerah tersebut dikarenakan jalan yang sempit dan melewati pegunungan.
Sebuah catatan sistem properti yang buruk membuat sulit bagi pemerintah untuk menentukan siapa yang memiliki sistem properti bobrok, dan tempat-tempat untuk membuang reruntuhan banyak yang masih dihuni oleh warga. Namun alasan-alasan itu membuat proses pembersihan itu menjadi sangat kompleks dan sulit.
Proyek yang didanai oleh USAID dan Departemen Pertahanan AS telah menghabiskan lebih dari US $ 98,5 juta untuk membersihkan sekitar 882.000 meter kubik reruntuhan. Hal ini dikarenakan semua peralatan yang harus dikirim ke Haiti, dan lahan untuk membuang sampah sangat langka dan mahal, serta membutuhkan biaya tinggi.
Juga, sampai saat ini belum ada satu orang pun dari pemerintahan Haiti yang bertanggung jawab untuk reruntuhan ini. Hal ini berarti organisasi non-pemerintah asing telah mengambil tugas pembersihan ini. "Tidak ada rencana induk," kata Eric Overvest, selaku direktur untuk Program Pembangunan PBB. "Setelah gempa bumi, prioritas pertama adalah membersihkan jalan. Itu bagian paling mudah sebenarnya namun di Haiti menjadi sulit."(AP/AYB)
Sampai saat ini, hanya sekitar dua persen puing-puing itu telah dibersihkan di Haiti, dan terlihat seperti masih sebulan pasca gempa padahal gempa terjadi pada 12 Januari silam atau tujuh bulan yang lalu telah meninggalkan banyak puing-puing bangunan.
Juru bicara pemerintah dan kelompok-kelompok bantuan dari luar mengatakan pembersihan reruntuhan adalah prioritas sebelum Haiti dapat membangun kembali. Mereka mengatakan kesulitan-kesulitan seperti, peralatan berat yang dikirim melalui laut dan truk-truk sampah memiliki kesulitan mencapai daerah tersebut dikarenakan jalan yang sempit dan melewati pegunungan.
Sebuah catatan sistem properti yang buruk membuat sulit bagi pemerintah untuk menentukan siapa yang memiliki sistem properti bobrok, dan tempat-tempat untuk membuang reruntuhan banyak yang masih dihuni oleh warga. Namun alasan-alasan itu membuat proses pembersihan itu menjadi sangat kompleks dan sulit.
Proyek yang didanai oleh USAID dan Departemen Pertahanan AS telah menghabiskan lebih dari US $ 98,5 juta untuk membersihkan sekitar 882.000 meter kubik reruntuhan. Hal ini dikarenakan semua peralatan yang harus dikirim ke Haiti, dan lahan untuk membuang sampah sangat langka dan mahal, serta membutuhkan biaya tinggi.
Juga, sampai saat ini belum ada satu orang pun dari pemerintahan Haiti yang bertanggung jawab untuk reruntuhan ini. Hal ini berarti organisasi non-pemerintah asing telah mengambil tugas pembersihan ini. "Tidak ada rencana induk," kata Eric Overvest, selaku direktur untuk Program Pembangunan PBB. "Setelah gempa bumi, prioritas pertama adalah membersihkan jalan. Itu bagian paling mudah sebenarnya namun di Haiti menjadi sulit."(AP/AYB)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi

