Calon Tunggal Panglima Jangan Timbulkan Kecemburuan  

Melly Febrida
Calon Tunggal Panglima Jangan Timbulkan Kecemburuan
Agus Suhartono
09/09/2010 14:47
Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajukan satu nama sebagai calon Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), yakni Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Agus Suhartono. Anggota Komisi I DPR Paskalis Kossay mengharapkan calon tunggal Panglima TNI yang diusulkan SBY tidak menimbulkan kecemburuan sesama angkata lain.

"Sebaiknya untuk menjaga solidaritas sesama angkatan TNI, maka ketiga Kepala Staf (Darat, Laut, Udara) mempunyai hak yang sama diusulkan menjadi calon panglima untuk disaring DPR RI," kata anggota Fraksi Partai Golkar itu di Jakarta, Kamis (9/9).

Pakalis meyakini, melalui proses penyaringan dalam format 'fit and proper test' yang diikuti secara transparan oleh publik, rakyat bisa memperoleh gambaran obyektif tentang kemampuan serta kredibilitas calon pimpinan TNI sesuai harapan.

"Sebab ke depan sesuai tuntutan perkembangan situasi global maupun regional, negara ini membutuhkan kemampuan pertahanan yang cukup handal untuk menangkal berbagai bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam," tegasnya.

Untuk mendapatkan pimpinan militer yang handal dan sesuai harapan, menurutnya, tidak bisa dengan hanya memilih dari satu orang saja.

"Bagaimana kita tahu ada yang lebih baik, jika yang dipilih cuma satu. Logika dan akal sehat serta kecerdasan tingkat bagaimana pun tidak akan bisa memperoleh sosok terbaik dari satu orang saja. Kan pertandingan apa pun harus diikuti lebih dari satu orang atau kelompok. Demokrasi juga mengajarkan begitu," tandasnya.

Karenanya, Paskalis Kossay berpendapat, ke depan perlu suatu upaya lebih bijak, dan cerdas, agar pengajuan calon tunggal tak menjadi preseden.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 3 September 2010 telah mengajukan Laksamana TNI Agus Suhartono sebagai calon tunggal Panglima TNI kepada DPR. (Ant/MEL)


adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler