Korban Sinabung Memilih Bertahan di Pengungsian
Donny Perangin Angin08/09/2010 23:09
Liputan6.com, Tanah Karo: Ribuan warga yang mengungsi setelah Gunung Sinabung meletus hingga Rabu (8/9) malam, masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian. Mereka tak berani pulang ke rumah masing-masing, mengingat Gunung Sinabung masih mungkin untuk meletus.
Sampai siang tadi, Gunung Sinabung masih memuntahkan debu vulkanik. Muntahannya mencapai jarak delapan kilometer dari gunung. Ini membuat warga bertahan di Jambur atau balai pertemuan yang selama ini menjadi lokasi pengungsian darurat, seperti Jambur Lige di Kabanjahe [baca: Sinabung Kembali Meletus, Sebagian Warga Bertahan]
Saat ini Jambur Lige disesaki sekitar 1.000 pengungsi. Ini membuat para pengungsi harus berhimpitan karena lokasi pengungsian yang sempit. Namun, bagi pengungsi, kondisi ini tetap lebih nyaman dibanding bila mereka bertahan di rumah masing-masing. Sebab, warga khawatir Gunung Sinabung meletus kembali dan dampaknya mengenai desa mereka.(ULF)
Sampai siang tadi, Gunung Sinabung masih memuntahkan debu vulkanik. Muntahannya mencapai jarak delapan kilometer dari gunung. Ini membuat warga bertahan di Jambur atau balai pertemuan yang selama ini menjadi lokasi pengungsian darurat, seperti Jambur Lige di Kabanjahe [baca: Sinabung Kembali Meletus, Sebagian Warga Bertahan]
Saat ini Jambur Lige disesaki sekitar 1.000 pengungsi. Ini membuat para pengungsi harus berhimpitan karena lokasi pengungsian yang sempit. Namun, bagi pengungsi, kondisi ini tetap lebih nyaman dibanding bila mereka bertahan di rumah masing-masing. Sebab, warga khawatir Gunung Sinabung meletus kembali dan dampaknya mengenai desa mereka.(ULF)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
