Sindikat Calo Tiket
Tim Sigi SCTV08/09/2010 21:32
Liputan6.com, Jakarta: Berdesak-desakan demi masuk ke dalam kereta api menjadi pemandangan yang tak asing lagi saat Lebaran tiba. Bahkan, ada yang rela menyelinap melalui jendela lantaran takut tak bisa terangkut menuju kampung halaman. Kereta api memang menjadi transportasi yang paling diminati untuk mudik Lebaran. Selain harga tiket relatif murah dibanding angkutan darat lainnya, penumpang dijamin tak terkena risiko macet.
Jelang Lebaran, Stasiun Pasar Senen menjadi salah satu stasiun tersibuk di Ibu Kota. Maklum, stasiun ini menjadi jalur keberangkatan kereta ekonomi yang cocok dengan isi kantong kebanyakan calon penumpang. Kendati demikian, tidaklah mudah mendapatkan tiket kereta bahkan untuk yang kelas ekonomi sekarang ini.
PT Kereta Api memang telah menyiapkan 28 kereta tambahan ke seluruh jurusan dari 53 rangkaian kereta yang beroperasi. Namun penambahan ini dikhawatirkan masih tetap tak sebanding dengan membludaknya penumpang. Untuk menghindari menumpuknya calon penumpang di depan loket, tahun ini PT KA kembali membuka pemesanan tiket secara online.
Pemesanan dilayani sebulan sebelum jadwal keberangkatan. Namun demikian, tetap saja antrean calon penumpang di loket-loket stasiun masih terjadi. Bahkan, ada yang rela menginap di depan loket agar antrean tidak diserobot orang lain. Meski loket baru dibuka keesokan harinya.
Kekhawatiran sejumlah penumpang terbukti. Kurang dari empat jam tiket kereta tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk H-5 laris manis habis terjual. Tiket di loket boleh saja habis terjual. Tapi, apakah terjual kepada orang-orang yang membutuhkan? Karena umumnya sebagian tiket sudah dimonopoli calo.
Ada pula calon penumpang yang tertarik dengan penawaran calo. Umumnya, harga tiket jauh lebih mahal ketimbang harga resmi dan bahkan mencapai dua kali lipat. Makin mendekati Idulfitri, tiket kereta api jadi salah satu primadona incaran ribuan penumpang. Tak hanya berebut dengan sesama calon penumpang, untuk mendapatkan tiket kereta api mereka juga harus bersaing dengan calo. Terkadang, harus merelakan kehabisan tiket lantaran diserobot calo.
Calo tersebar di setiap stasiun. Di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, misalnya. Tak sampai hitungan menit, akan ada seorang pria muda yang menawarkan jasa. Anda tinggal menyebut tanggal dan tujuan keberangkatan, sang calo pun bakal segera menyediakan tiket yang diminta. Agar tak tercium petugas keamanan, transaksi dilakukan dengan sembunyi-sembunyi.
Selain di stasiun kereta, ada pula calo yang bergentayangan di bandara. Bedanya, calo bandara lebih terbuka menawarkan tiket sekaligus bertransaksi. Jasanya pun tak tanggung-tanggung. Biasanya jika Anda membeli tiket pesawat melalui calo di bandara, ia akan mengantar sampai ke ruang tunggu penumpang.
Petugas yang sudah gerah pun semakin memperbanyak razia. Cara ini masih dianggap paling efektif memberantas aksi calo. Penumpang yang menunjukkan gelagat mencurigakan, pasti diperiksa petugas.
Pekan lalu, petugas menangkap dua orang yang diduga calo kereta api. Dua tersangka calo, Mohamad Aris dan Agus Candra ditangkap usai bertransaksi dengan aparat yang menyamar di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat. Petugas mendapati dua tiket Kereta Gumarang jurusan Jakarta-Surabaya yang biasa dijual Rp 200 ribu untuk kelas bisnis. Namun tiket dijual dua kali lipat menjadi Rp 400 ribu oleh calo [baca: Calo Tiket Resahkan Pemudik].
Tak lama lagi Lebaran tiba. Pengamanan di stasiun-stasiun pun semakin diperketat karena volume penumpang dipastikan naik drastis. Pengamanan tersebut ditujukan untuk melindungi para penumpang dari tindak kriminal serta menghalau calo.
Bagi penumpang dua tahun belakangan, PT KA memperketat sistem pemesanan tiket. Selain metode online, petugas juga membatasi pembelian tiket dengan pembelian satu tiket berlaku untuk empat orang bagi setiap calon penumpang. Namun, sosialisasi metode online ini bagi sebagian calon penumpang belum sepenuhnya dimengerti. Pihak PT KA sendiri mengakui metode ini belum cukup sempurna.(ASW/ANS)
Jelang Lebaran, Stasiun Pasar Senen menjadi salah satu stasiun tersibuk di Ibu Kota. Maklum, stasiun ini menjadi jalur keberangkatan kereta ekonomi yang cocok dengan isi kantong kebanyakan calon penumpang. Kendati demikian, tidaklah mudah mendapatkan tiket kereta bahkan untuk yang kelas ekonomi sekarang ini.
PT Kereta Api memang telah menyiapkan 28 kereta tambahan ke seluruh jurusan dari 53 rangkaian kereta yang beroperasi. Namun penambahan ini dikhawatirkan masih tetap tak sebanding dengan membludaknya penumpang. Untuk menghindari menumpuknya calon penumpang di depan loket, tahun ini PT KA kembali membuka pemesanan tiket secara online.
Pemesanan dilayani sebulan sebelum jadwal keberangkatan. Namun demikian, tetap saja antrean calon penumpang di loket-loket stasiun masih terjadi. Bahkan, ada yang rela menginap di depan loket agar antrean tidak diserobot orang lain. Meski loket baru dibuka keesokan harinya.
Kekhawatiran sejumlah penumpang terbukti. Kurang dari empat jam tiket kereta tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk H-5 laris manis habis terjual. Tiket di loket boleh saja habis terjual. Tapi, apakah terjual kepada orang-orang yang membutuhkan? Karena umumnya sebagian tiket sudah dimonopoli calo.
Ada pula calon penumpang yang tertarik dengan penawaran calo. Umumnya, harga tiket jauh lebih mahal ketimbang harga resmi dan bahkan mencapai dua kali lipat. Makin mendekati Idulfitri, tiket kereta api jadi salah satu primadona incaran ribuan penumpang. Tak hanya berebut dengan sesama calon penumpang, untuk mendapatkan tiket kereta api mereka juga harus bersaing dengan calo. Terkadang, harus merelakan kehabisan tiket lantaran diserobot calo.
Calo tersebar di setiap stasiun. Di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, misalnya. Tak sampai hitungan menit, akan ada seorang pria muda yang menawarkan jasa. Anda tinggal menyebut tanggal dan tujuan keberangkatan, sang calo pun bakal segera menyediakan tiket yang diminta. Agar tak tercium petugas keamanan, transaksi dilakukan dengan sembunyi-sembunyi.
Selain di stasiun kereta, ada pula calo yang bergentayangan di bandara. Bedanya, calo bandara lebih terbuka menawarkan tiket sekaligus bertransaksi. Jasanya pun tak tanggung-tanggung. Biasanya jika Anda membeli tiket pesawat melalui calo di bandara, ia akan mengantar sampai ke ruang tunggu penumpang.
Petugas yang sudah gerah pun semakin memperbanyak razia. Cara ini masih dianggap paling efektif memberantas aksi calo. Penumpang yang menunjukkan gelagat mencurigakan, pasti diperiksa petugas.
Pekan lalu, petugas menangkap dua orang yang diduga calo kereta api. Dua tersangka calo, Mohamad Aris dan Agus Candra ditangkap usai bertransaksi dengan aparat yang menyamar di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat. Petugas mendapati dua tiket Kereta Gumarang jurusan Jakarta-Surabaya yang biasa dijual Rp 200 ribu untuk kelas bisnis. Namun tiket dijual dua kali lipat menjadi Rp 400 ribu oleh calo [baca: Calo Tiket Resahkan Pemudik].
Tak lama lagi Lebaran tiba. Pengamanan di stasiun-stasiun pun semakin diperketat karena volume penumpang dipastikan naik drastis. Pengamanan tersebut ditujukan untuk melindungi para penumpang dari tindak kriminal serta menghalau calo.
Bagi penumpang dua tahun belakangan, PT KA memperketat sistem pemesanan tiket. Selain metode online, petugas juga membatasi pembelian tiket dengan pembelian satu tiket berlaku untuk empat orang bagi setiap calon penumpang. Namun, sosialisasi metode online ini bagi sebagian calon penumpang belum sepenuhnya dimengerti. Pihak PT KA sendiri mengakui metode ini belum cukup sempurna.(ASW/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
