Hilal Tak Terlihat di Jember
Anri Syaiful08/09/2010 19:51
Liputan6.com, Surabaya: Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur gagal melihat hilal (rukyatul hilal) pada 10 lokasi, sehingga melakukan istikmal (penyempurnaan) bulan Ramadan menjadi 30 hari. "Dari 10 lokasi itu ada sembilan lokasi mendung dan hanya satu lokasi di Pantai Nyamplong, Jember yang cuacanya cerah, tapi tetap gagal merukyat hilal," kata Wakil Ketua PWNU Jatim Sholeh Hayat di Surabaya, Rabu (8/9) malam.
Karena itu, menurut Sholeh, PWNU Jatim melakukan istikmal, namun PWNU Jatim melaporkan hasil rukyat ke PBNU dan Kementerian Agama di Jakarta untuk memutuskannya. Adapun 10 lokasi di Jatim yang gagal melihat hilal adalah Pantai Nambangan (Surabaya), Bukit Condro (Gresik), Pantai Serang (Blitar), Pantai Nyamplong (Jember), dan Pantai Ngliyep (Malang). Selain itu, Tanjungkodok (Lamongan), Pantai Ambet (Pamekasan), Kalbut (Situbondo), Pantai Gebang (Bangkalan), dan Pantai Giliketapang (Probolinggo).
Rais Syuriah PWNU Jatim Kiai Haji Miftachul Akhyar mengharapkan kedatangan Idulfitri tidak menghapuskan kebaikan selama Ramadhan. "Artinya kebaikan dalam bulan Ramadan harus menjadi arah bagi 11 bulan berikutnya. Jangan hanya merasa Islam di bulan Ramadan saja," katanya. Ia menambahkan identitas ke-Islaman harus tetap terpelihara di luar bulan puasa Ramadan dan bahkan dapat ditingkatkan.
Sementara itu, pengamatan tim Bosscha Institut Teknologi Bandung bersama Kementerian Agama Nusa Tenggara Timur dan pihak terkait, berhasil melihat hilal atau sabit bulan baru. Hanya saja, ketinggiannya minus dua derajat 17 menit 33 detik atau berada di bawah horizon atau ufuk.
Kepala Seksi Produk Halal dan Kemitraan Umat Kementerian Agama NTT Masdriasa di Kupang, Rabu, mengatakan dengan ketinggian seperti itu, maka dapat dikatakan bahwa besok belum 1 Syawal 1431 Hijriah. Artinya, usai waktu pelaksanaan bulan Ramadan menjadi 30 hari.
Ia mengatakan sekalipun hilal di Kupang, tampak seperti itu namun apabila daerah lain yang melakukan rukyat atau pengamatan di wilayah barat seperti di Nanggroe Aceh Darussalam, berhasil melihat hilal, maka awal Idulfitri atau 1 Syawal 1431 Hijriah bisa dilangsungkan mulai besok.
Artinya, kata dia, apabila di tempat lain dapat melihat hilal, maka dapat disimpulkan bahwa awal dimulainya 1 Syawal dapat dilaksanakan pada 10 September 2010. "Untuk memastikan apakah awal 1 Syawal berlangsung besok atau lusa, akan diputuskan malam ini dalam rapat bersama di Jakarta dan hasilnya diumumkan kemudian setelah rapat itu digelar," katanya. Menurut Masdriasa, rapat penentuan akan merujuk pada rukyat hilal yang dilakukan di 12 titik di Indonesia, salah satunya di Kota Kupang [baca: Malam Ini Sidang Isbat Digelar].(ANS/Ant)
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
