Presiden: Indonesia Rawan Bencana  

Bogi Triyadi
06/09/2010 13:56
Liputan6.com, Medan: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Indonesia memiliki kerawanan terhadap bencana alam jika dilihat dari letak geologi dan geografi. "Indonesia memiliki geologi dan geografi yang memang rawan," kata Presiden SBY di hadapan unsur muspida Sumatra Utara di Lanud Medan, Senin (6/9), sebelum berangkat ke Kabupaten Tanah Karo untuk meninjau pengungsi letusan Gunung Sinabung.

Secara umum, kata Presiden, dunia sedang menghadapi masalah serius sebagai akibat dari perubahan iklim yang berujung pada pemanasan global. Kondisi itu menyebabkan seringnya terjadi bencana yang terkadang secara ekstrim, seperti gempa tektonik, letusan gunung berapi, dan potenis tsunami.

Bahkan, perubahan iklim itu sering menimbulkan bencana banjir yang cukup besar seperti di Pakistan, India, Bangladesh dan Nigeria. Untuk Indonesia, kondisi itu diperparah dengan keberadaan letak geologi dan geografi yang rawan terhadap bencana.

Karena itu, tambah Presiden, pihaknya memerintahkan menteri terkait untuk melakukan "assessment" atau penilaian serta kajian terhadap letak geologi dan geografi tersebut. Apalagi jika dikaitkan dengan letak wilayah Indonesia yang diapit tiga lempeng tektonik. "Apa ada perkiraan tiga lempeng itu mungkin menimbulkan gempa bumi dan tsunami," ucap Presiden Yudhoyono.

Presiden Yudhoyono berharap menteri terkait untuk mempelajari kemungkinan tiga lempeng tektonik tersebut dapat meningkatkan aktivitas gunung berapi di Indonesia. Segala penilaian serta kajian itu perlu dilakukan agar pemerintah memiliki antisipasi terhadap bencana, sekaligus memberikan peringatan kepada rakyat mengenai kemungkinan terjadinya hal-hal yang tak diinginkan tersebut.

Hasil kajian tersebut juga akan membuat pemerintah di daerah, seperti gubernur, bupati, dan wali kota lebih memahami tindakan yang perlu dilakukan jika bencana itu terjadi.

Dari pemantauan yang dilakukan dalam enam tahun terakhir, daerah yang memiliki kesiapan dan kesigapan terhadap kemungkinan bencana akan mengalami kerusakan lebih sedikit atas peristiwa yang terjadi. "Persiapan itu penting karena kita tahu akan terjadi bencana, tetapi tidak tahu kapan waktunya," kata Presiden Yudhoyono.(BOG/Ant)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler