Pimpinan DPR Bahas Pembangunan Gedung Baru  

Rahmat Supana
06/09/2010 13:56
Liputan6.com, Jakarta: Para pimpinan DPR-RI Senin siang ini (6/9) menggelar rapat khusus untuk membahas kelanjutan rencana pembangunan gedung baru DPR yang menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.

Rapat juga mengundang para konsultan yang terlibat dalam rencana pembangunan gedung mewah itu. Ketua DPR marzuki Alie mengatakan, para konsultan akan ditanya apakah benar ada rencana membangunan fasilitas-fasilitas khusus seperti tempat spa dan lain-lain.

"Jika memang tidak ada rencana itu, lalu siapa yang selama ini menyebarkan kabar bahwa di gedung baru itu akan ada fasilitas spa," kata Marzuki.

Soal kolam renang Marzuki menyatakan rencana itu memang ada. Ide teknis awalnya adalah membuat bak penampungan air untuk kepentingan pemadam kebakaran. Karena untuk memompa air dari bawah ke lantai teratas yakni lantai 36 tidak memungkinkan, sehingga disarankan membuat bak penampungan air di lantai tengah gedung.

Namun marzuki berpikir, ketimbang hanya membangun bak penampungan air, sebaiknya sekalian saja dibuat kolam renang sehingga bisa sekaligus dimanfaatkan untuk fasilitas olah raga.

"Jadi bukan untuk hura-hura," tandas Marzuki Alie.

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, rencana pembangunan gedung baru ini belum harga mati. Jadi atau tidaknya akan tergantung pada hasil rapat pimpinan siang ini.

"Saya hanya menyampaikan, bukan ngotot," kata Marzuki.

Sebelumnya marzuki pernah mengatakan bahwa pembangunan gedung baru itu tak mungkin batal, karena panitia kerja pembangunan gedung sudah bekerja menjalankan usulan anggota DPR lalu. [baca: Rencana Gedung Baru DPR Tak Akan Batal]

Menurutnya pembangunan gedung baru ini diperlukan antara lain untuk menampung staff ahli yang akan direkrut untuk membantu anggota DPR-RI. Jika jumlah staffnya lebih dari 1 maka gedung yang ada sekarang tidak mampu menampung.

Dari hasil evaluasi, Marzuki memperkirakan biaya pembangunan gedung itu juga bisa ditekan hingga di bawah Rp 1 triliun, dari rencana semula yang diperkirakan mencapai Rp1,6 triliun.(MLA)






adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
SLAxxx | roni_slxxx@yaxxx.com| 2010-09-06 16:24:19
tu liat.... di pinggir ciliwung,,,,, RAKYATMU PUNYA RUMAH HANYA DARI KARDUS BEKAS, PAPAN BEKAS, REYOT DAN SENGSARA,,,,,, MALAH SIBUK HAMBUR2KE DUIT RAKYAT..... MANA KORUPTOR GAK ILANG2,,,,, MAKAN GAJI BUTA LOE!!!!!!!!!!!!!!!!
Nxxx | inun.xxx@gmxxx.com| 2010-09-06 14:42:31
aq heran dah ma elit pemerintah satu ini, pantes kalo dianggap buta dan tuli. masalah kedaulatan RI - Malaysia aja selalu dikaitkan dgn alasan klasik, yaitu dana

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler