Bantuan Rp 3 Miliar Untuk Bencana Sinabung
Arfan Yap Bano06/09/2010 11:18
Liputan6.com, Medan: Pemerintah pusat memberikan bantuan tambahan sebesar Rp 3 miliar untuk menangani bencana alam letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Bantuan itu diserahkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada kunjungan ke Sumatera Utara guna meninjau lokasi pengungsian letusan Gunung Sinabung, Senin (6/9).
Usai mendengarkan paparan Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin dan Bupati Karo Daulta Daniel Dede Sinulingga di Pangkalan TNI AU Medan, Presiden mengatakan tambahan bantuan tersebut untuk mengelola tahap tanggap darurat bencana. "Ke depan pemerintah akan menambah bantuan dana tunai untuk digunakan benar-benar nanti. Akan saya serahkann Rp 3 miliar nanti," ujarnya.
Dana tersebut, jelas Presiden, sebanyak Rp 2 miliar berasal dari Kementerian Sosial dan Rp 1 miliar dari dana yang dikelola oleh Kantor Kepresidenan. Presiden juga menjelaskan tujuan kunjungannya ke lokasi letusan Gunung Sinabung adalah untuk melihat langsung penanganan pengungsi yang hingga Ahad 5 September 2010 berjumlah 23.510 orang.
Selain itu Kepala Negara juga ingin mendengarkan penjelasan langsng dari para ahli vulkanologi tentang aktivitas Gunung Sinabung yang dapat terjadi pada masa depan. Penjelasan itu, menurut dia, penting untuk mengetahui sampai kapan warga harus bertahan di pengungsian serta antisipasi yang dapat dilakukan menghadapi gunung yang baru meletus sejak 400 tahun lalu itu.
Presiden berulangkali meminta kepada Gubernur Sumatera Utara dan Bupati Karo agar sebaik-baiknya menangani pengungsi. "Berkumpulnya belasan ribu saudara-saudara kita dengan keluarganya di tempat itu pasti membawa persoalan tersendiri. Oleh karena itu saya berharap tidak ada masalah apa pun ketika mereka berada di pengungsian sampai pada saatnya nanti kembali ke tempat masing-masing," ujarnya.
Sementara itu Bupati Karo Daulat Daniel menyatakan permasalahan utama penanganan bencana sebenarnya terletak pada kepanikan warga yang belum punya pengalaman menghadapi letusan gunung berapi. Namun karena bisa terkelola dengan baik, tidak ada satu pun korban jiwa maupun rusak rumah dalam bencana Gunung Sinabung yang tercatat telah meletus lima kali sejak 27 September 2010.
Sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Karo telah menerima bantuan senilai Rp 1,96 miliar untuk menangani tahap tanggap darurat bencana. Status tanggap darurat berakhir pada 9 September 2010 namun dapat diperpanjang lagi bergantung pada aktivitas Gunung Sinabung.(Ant/AYB)
Usai mendengarkan paparan Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin dan Bupati Karo Daulta Daniel Dede Sinulingga di Pangkalan TNI AU Medan, Presiden mengatakan tambahan bantuan tersebut untuk mengelola tahap tanggap darurat bencana. "Ke depan pemerintah akan menambah bantuan dana tunai untuk digunakan benar-benar nanti. Akan saya serahkann Rp 3 miliar nanti," ujarnya.
Dana tersebut, jelas Presiden, sebanyak Rp 2 miliar berasal dari Kementerian Sosial dan Rp 1 miliar dari dana yang dikelola oleh Kantor Kepresidenan. Presiden juga menjelaskan tujuan kunjungannya ke lokasi letusan Gunung Sinabung adalah untuk melihat langsung penanganan pengungsi yang hingga Ahad 5 September 2010 berjumlah 23.510 orang.
Selain itu Kepala Negara juga ingin mendengarkan penjelasan langsng dari para ahli vulkanologi tentang aktivitas Gunung Sinabung yang dapat terjadi pada masa depan. Penjelasan itu, menurut dia, penting untuk mengetahui sampai kapan warga harus bertahan di pengungsian serta antisipasi yang dapat dilakukan menghadapi gunung yang baru meletus sejak 400 tahun lalu itu.
Presiden berulangkali meminta kepada Gubernur Sumatera Utara dan Bupati Karo agar sebaik-baiknya menangani pengungsi. "Berkumpulnya belasan ribu saudara-saudara kita dengan keluarganya di tempat itu pasti membawa persoalan tersendiri. Oleh karena itu saya berharap tidak ada masalah apa pun ketika mereka berada di pengungsian sampai pada saatnya nanti kembali ke tempat masing-masing," ujarnya.
Sementara itu Bupati Karo Daulat Daniel menyatakan permasalahan utama penanganan bencana sebenarnya terletak pada kepanikan warga yang belum punya pengalaman menghadapi letusan gunung berapi. Namun karena bisa terkelola dengan baik, tidak ada satu pun korban jiwa maupun rusak rumah dalam bencana Gunung Sinabung yang tercatat telah meletus lima kali sejak 27 September 2010.
Sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Karo telah menerima bantuan senilai Rp 1,96 miliar untuk menangani tahap tanggap darurat bencana. Status tanggap darurat berakhir pada 9 September 2010 namun dapat diperpanjang lagi bergantung pada aktivitas Gunung Sinabung.(Ant/AYB)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
