Hasyim Muzadi: Umat Islam Jangan Gampang Terprovokasi
Achmad Yani05/09/2010 23:30
Liputan6.com, Jakarta: Sekretaris Jenderal Konferensi Cendekiawan Islam Internasional (International Conference of Islamic Scholars- ICIS) KH Hasyim Muzadi mengimbau umat Islam tidak gampang terpengaruh provokasi yang dilancarkan pihak asing.
Menurut Hasyim, umat Islam jangan mudah dipermainkan, gagap dengan isu-isu dan manuver dari asing. "Perkuat saja persatuan umat di dalam negeri," kata Hasyim, Ahad (5/9).
Ia lantas mencontohkan provokasi terbaru berupa rencana gerakan pembakaran Kitab Suci Alquran yang dipelopori kelompok Dove World Outreach Center yang mengatasnamakan umat Kristen di Florida, Amerika Serikat, pada 11 September mendatang. Aksi ini terkait peringatan sembilan tahun aksi terorisme terhadap World Trade Center, New York, pada 2001.
Gerakan kelompok itu, kata Hasyim, sama sekali tidak mewakili umat Kristen maupun masyarakat AS, melainkan hanya kelompok kecil saja. "Tetapi Pemerintah AS harus memberikan penjelasan mengenai hal itu," kata Hasyim.
Menurut Hasyim sangat tidak tepat mengaitkan peristiwa 11 September 2001 dengan Islam, karena terorisme adalah tindakan kriminal yang tidak ada kaitannya dengan agama.
"Ketika saya ke AS pada Februari 2002 meninjau "ground zero" (lokasi serangan teroris) dan bertemu pejabat di sana, yakni Wakil Menlu, Wakil Menhan, dan Ketua Dewan Keamanan Nasional, tidak ada pernyataan yang mengaitkan peristiwa itu dengan Islam," kata Hasyim.
Dukungan Presiden AS Barack Obama terhadap pembangunan masjid di dekat ground zero juga menunjukkan itikadnya untuk memisahkan terorisme dengan agama. "Kalau AS bisa membedakan teror dengan agama, teror dengan perjuangan kemerdekaan, maka separuh persoalan selesai," kata mantan Ketua Umum PBNU tersebut.(IAN/Ant)
Menurut Hasyim, umat Islam jangan mudah dipermainkan, gagap dengan isu-isu dan manuver dari asing. "Perkuat saja persatuan umat di dalam negeri," kata Hasyim, Ahad (5/9).
Ia lantas mencontohkan provokasi terbaru berupa rencana gerakan pembakaran Kitab Suci Alquran yang dipelopori kelompok Dove World Outreach Center yang mengatasnamakan umat Kristen di Florida, Amerika Serikat, pada 11 September mendatang. Aksi ini terkait peringatan sembilan tahun aksi terorisme terhadap World Trade Center, New York, pada 2001.
Gerakan kelompok itu, kata Hasyim, sama sekali tidak mewakili umat Kristen maupun masyarakat AS, melainkan hanya kelompok kecil saja. "Tetapi Pemerintah AS harus memberikan penjelasan mengenai hal itu," kata Hasyim.
Menurut Hasyim sangat tidak tepat mengaitkan peristiwa 11 September 2001 dengan Islam, karena terorisme adalah tindakan kriminal yang tidak ada kaitannya dengan agama.
"Ketika saya ke AS pada Februari 2002 meninjau "ground zero" (lokasi serangan teroris) dan bertemu pejabat di sana, yakni Wakil Menlu, Wakil Menhan, dan Ketua Dewan Keamanan Nasional, tidak ada pernyataan yang mengaitkan peristiwa itu dengan Islam," kata Hasyim.
Dukungan Presiden AS Barack Obama terhadap pembangunan masjid di dekat ground zero juga menunjukkan itikadnya untuk memisahkan terorisme dengan agama. "Kalau AS bisa membedakan teror dengan agama, teror dengan perjuangan kemerdekaan, maka separuh persoalan selesai," kata mantan Ketua Umum PBNU tersebut.(IAN/Ant)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
