Lagi, Lima Polisi Diperiksa
Syamsuddin05/09/2010 14:08
Liputan6.com, Buol: Tim investigasi gabungan Mabes Polri dan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Ahad (5/9) siang, memeriksa intensif lima polisi di Markas Kepolisian Resor Buol. Usai diperiksa, mereka akan dibawa ke Polda Sulteng.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Humas Polda Sulteng Komisaris Polisi Kahar Muzakkir mengatakan, kelima polisi yang diperiksa saat ini masih berstatus sebagai saksi dan belum ada yang mengarah ke tersangka. Sebelumnya, sudah ada 11 orang yang telah diperiksa di Mapolda Sulteng. Seorang polisi telah ditetapkan sebagai tersangka [baca: Satu Polisi Jadi Tersangka].
Terkait dengan bentrokan berdarah di Biau, ibu kota Kabupaten Buol, Senin lalu, sembilan orang menjadi korban karena luka tembak. Mereka kini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Undata Palu. Seorang di antaranya Firman Mokodompit yang kondisinya masih kritis. Sedangkan korban tewas akibat bentrokan ini tercatat delapan orang [baca: Korban Insiden Buol Dipindahkan ke Palu].(BOG)
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Humas Polda Sulteng Komisaris Polisi Kahar Muzakkir mengatakan, kelima polisi yang diperiksa saat ini masih berstatus sebagai saksi dan belum ada yang mengarah ke tersangka. Sebelumnya, sudah ada 11 orang yang telah diperiksa di Mapolda Sulteng. Seorang polisi telah ditetapkan sebagai tersangka [baca: Satu Polisi Jadi Tersangka].
Terkait dengan bentrokan berdarah di Biau, ibu kota Kabupaten Buol, Senin lalu, sembilan orang menjadi korban karena luka tembak. Mereka kini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Undata Palu. Seorang di antaranya Firman Mokodompit yang kondisinya masih kritis. Sedangkan korban tewas akibat bentrokan ini tercatat delapan orang [baca: Korban Insiden Buol Dipindahkan ke Palu].(BOG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
