Helikopter PMI Siap Layani Pemudik
Tim Liputan 6 SCTV05/09/2010 09:19
Liputan6.com, Jakarta: Palang Merah Indonesia (PMI) siap melayani masyarakat yang melakukan mudik. Untuk itu, PMI akan menyiapkan empat helikopter yang dijadikan sebagai ambulans udara. Demikian keterangan Ketua Umum PMI Jusuf Kalla dalam apel siaga Lebaran PMI di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Ahad (5/9).
Menurut Jusuf Kalla, helikopter dikerahkan untuk menghindari kemacetan. Sebab, berdasarkan pengalaman, jika ada kecelakaan pasti berdampak dengan kemacetan. Nah, helikoter ini nantinya yang dikerahkan untuk menebus kemacetan sehingga bisa memberi pertolongan dengan cepat.
Nantinya, kata Jusuf Kalla, ambulans udara akan melayani empat jalur utama. Masing-masing Jakarta-Merak, Jakarta-Cikampek, Jakarta-Bogor, dan Jakarta-Cileunyi (Bandung). Helikopter akan beroperasi mulai H-3 hingga H+2.
Selain itu, menurut mantan wakil presiden, PMI juga mengerahkan 263 ambulans darat. Ada juga 152 dokter dan 256 perawat yang siaga. PMI juga mendirikan 270 pos pertolongan pertama di pelabuhan, terminal, dan stasiun kereta api.(ULF)
Menurut Jusuf Kalla, helikopter dikerahkan untuk menghindari kemacetan. Sebab, berdasarkan pengalaman, jika ada kecelakaan pasti berdampak dengan kemacetan. Nah, helikoter ini nantinya yang dikerahkan untuk menebus kemacetan sehingga bisa memberi pertolongan dengan cepat.
Nantinya, kata Jusuf Kalla, ambulans udara akan melayani empat jalur utama. Masing-masing Jakarta-Merak, Jakarta-Cikampek, Jakarta-Bogor, dan Jakarta-Cileunyi (Bandung). Helikopter akan beroperasi mulai H-3 hingga H+2.
Selain itu, menurut mantan wakil presiden, PMI juga mengerahkan 263 ambulans darat. Ada juga 152 dokter dan 256 perawat yang siaga. PMI juga mendirikan 270 pos pertolongan pertama di pelabuhan, terminal, dan stasiun kereta api.(ULF)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
