Pembagian Sembako Gratis Ricuh
Kukuh Ary Wibowo dan Muhabar05/09/2010 01:24
Liputan6.com, Semarang: Kisah pembagian sembako gratis yang berujung ricuh tak membuat orang menjadi jera. Buktinya, hal ini kembali terulang di Klenteng Sam Poo Khong Semarang, Jawa Tengah, baru-baru ini. Ratusan orang harus saling dorong untuk mendapatkan sembako gratis berupa dua kilogram beras dan dua bungkus mi instan.
Aksi dorong terjadi setelah warga antre berjam-jam. Akibatnya, sejumlah warga terpelanting dan nyaris terinjak-injak warga lainnya. Bahkan, seorang anak kecil menangis histeris karena terlepas dari ibunya. Warga kecewa karena tak mendapat kupon pembagian sembako, meski sudah antre berjam-jam.
Pemandangan serupa juga terjadi di Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Di sana, ratusan warga yang tinggal di dekat TPA Bantargebang terpaksa berdesak-desakan untuk mendapat sembako gratis senilai Rp 50 ribu yang dibagikan Yayasan Ziyaadatul Khoir.
Beruntung, kericuhan yang lebih para tak terjadi setelah panitia memecah lokasi pembagian, sehingga konsentrasi warga terpecah. Dalam pembagian ini, warga mendapat beras, mi instan, susu, dan gula.(ULF)
Aksi dorong terjadi setelah warga antre berjam-jam. Akibatnya, sejumlah warga terpelanting dan nyaris terinjak-injak warga lainnya. Bahkan, seorang anak kecil menangis histeris karena terlepas dari ibunya. Warga kecewa karena tak mendapat kupon pembagian sembako, meski sudah antre berjam-jam.
Pemandangan serupa juga terjadi di Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Di sana, ratusan warga yang tinggal di dekat TPA Bantargebang terpaksa berdesak-desakan untuk mendapat sembako gratis senilai Rp 50 ribu yang dibagikan Yayasan Ziyaadatul Khoir.
Beruntung, kericuhan yang lebih para tak terjadi setelah panitia memecah lokasi pembagian, sehingga konsentrasi warga terpecah. Dalam pembagian ini, warga mendapat beras, mi instan, susu, dan gula.(ULF)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
