Komnasham Sesalkan Penambahan Pasukan Brimob di Buol
Aribowo Suprayogi04/09/2010 15:39
Liputan6.com, Buol: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Daerah Sulawesi Tengah mengaku bingung dengan keputusan Polri yang kembali memobilisasi pasukan keamanan ke Buol padahal situasi keamanan di daerah bagian utara provinsi itu perlahan sudah kondusif.
"Kenapa ada mobilisasi pasukan lagi ke sini hanya karena alasan keamanan," kata Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Sulteng, Dedi Askari di Buol, Jumat (4/9) malam. Dedi mengatakan, skenario yang mau dibangun di Buol saat ini mestinya lebih pada pembangunan komunikasi kepada keluarga korban, lintas tokoh masyarakat, agama, pemuda, Polri, TNI dan semua elemen yang terkait dalam membangun situasi kondusif. Menurut Dedi mobilisasi pasukan keamanan bisa saja ditanggapi lain masyarakat bahkan rawan terjadi gesekan.
Hingga Jumat (4/9) malam, Komnas HAM masih mengunjungi kediaman korban tewas penembakan, salah satunya adalah Saktipan Kapuung yang pada 1 Oktober nanti berusia 38 tahun. Hasil sementara investigasi Komnas HAM menyebutkan diduga kuat terjadi pelanggaran HAM serius yang dilakukan oknum anggota polri dalam tragedi berdarah di Buol. "Untuk menentukan apakah nanti ada pelanggaran HAM berat atau pelanggaran HAM ringan nanti ditentukan rapat komisioner," jelas Dedi. (Ant)
"Kenapa ada mobilisasi pasukan lagi ke sini hanya karena alasan keamanan," kata Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Sulteng, Dedi Askari di Buol, Jumat (4/9) malam. Dedi mengatakan, skenario yang mau dibangun di Buol saat ini mestinya lebih pada pembangunan komunikasi kepada keluarga korban, lintas tokoh masyarakat, agama, pemuda, Polri, TNI dan semua elemen yang terkait dalam membangun situasi kondusif. Menurut Dedi mobilisasi pasukan keamanan bisa saja ditanggapi lain masyarakat bahkan rawan terjadi gesekan.
Hingga Jumat (4/9) malam, Komnas HAM masih mengunjungi kediaman korban tewas penembakan, salah satunya adalah Saktipan Kapuung yang pada 1 Oktober nanti berusia 38 tahun. Hasil sementara investigasi Komnas HAM menyebutkan diduga kuat terjadi pelanggaran HAM serius yang dilakukan oknum anggota polri dalam tragedi berdarah di Buol. "Untuk menentukan apakah nanti ada pelanggaran HAM berat atau pelanggaran HAM ringan nanti ditentukan rapat komisioner," jelas Dedi. (Ant)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
