Waspadai Tiga Titik Rawan di Jalur Nagreg
Raymond Kurniawan04/09/2010 07:56
Liputan6.com, Bandung: Arus kendaraan di perempatan Cileunyi, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (4/9) pagi, masih tampak lengang. Diperkirakan, jumlah kendaraan yang melintas jalur ini baru meningkat pada tiga hari sebelum Lebaran atau H-3.
Bagi Anda yang ingin mudik melalui jalur selatan, ada beberapa simpul-simpul kemacetan yang perlu diwaspadai. Salah satunya Jatinangor. Di kawasan ini banyak angkutan kota berhenti di sembarang tempat sehingga menimbulkan kemacetan yang luar biasa.
Sementara itu, jalur Nagreg yang beberapa hari lalu dibuka untuk diujicoba kelayakannya masih minim fasilitas, seperti lampu penerangan, rambu lalu lintas, dan marka jalan. Rencananya, pemerintah hari ini meresmikan jalur Nagreg yang bakal digunakan pada musim mudik Lebaran tahun ini.
Selain belum rampung, ada tiga titik rawan longsor di jalur Nagreg sehingga para pemudik harus-harus saat melintas di jalur ini. Ketiga titik rawan longsor itu berada di kilometer tiga, lima, dan sembilan.(BOG)
Bagi Anda yang ingin mudik melalui jalur selatan, ada beberapa simpul-simpul kemacetan yang perlu diwaspadai. Salah satunya Jatinangor. Di kawasan ini banyak angkutan kota berhenti di sembarang tempat sehingga menimbulkan kemacetan yang luar biasa.
Sementara itu, jalur Nagreg yang beberapa hari lalu dibuka untuk diujicoba kelayakannya masih minim fasilitas, seperti lampu penerangan, rambu lalu lintas, dan marka jalan. Rencananya, pemerintah hari ini meresmikan jalur Nagreg yang bakal digunakan pada musim mudik Lebaran tahun ini.
Selain belum rampung, ada tiga titik rawan longsor di jalur Nagreg sehingga para pemudik harus-harus saat melintas di jalur ini. Ketiga titik rawan longsor itu berada di kilometer tiga, lima, dan sembilan.(BOG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
