Wiranto: Kedaulatan Jangan Diukur Untung-Rugi
Zumrotul Muslimin03/09/2010 23:24
Liputan6.com, Jakarta: Persoalan kedaulatan bangsa hendaknya tak diukur dari untung-rugi secara ekonomi. "Bicara kedaulatan yakni kebanggaan sebagai bangsa, tak bisa dipertimbangkan dengan persoalan ekonomi. Kami menyayangkan hal ini," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura Wiranto di Jakarta, Jumat (3/9) malam.
Hal itu dikatakan Wiranto menanggapi pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyikapi persoalan perbatasan Indonesia dan Malaysia yakni menghargai hubungan diplomatik kedua negara. Menurut Wiranto, persoalan kedaulatan merupakan persoalaan kebanggaan sebagai bangsa yang merupakan martabat dari bangsa yang merdeka.
Mantan Panglima TNI itu mencontohkan saat Indonesia baru merdeka terjadi Bandung Lautan Api yakni sejumlah gedung di Kota Bandung dibakar karena pemerintah ketika itu tidak rela kedaulatan yang diperoleh diusik lagi. Kasus lain soal kedaulatan negara, kata dia, terjadi di Surabaya saat tentara sekutu datang kembali.
Tentara Indonesia saat itu yang memiliki persenjaan tidak seimbang dengan sekutu berjuang mati-matian membela kedaulatan bangsa dan negara. "Kita tidak bermaksud mengajari atau menyalahkan dalam hal ini, tapi hanya mengingatkan, yakni masalah kedaulatan hendaknya tidak diukur dengan untung rugi secara ekonomi," katanya.
Menurut Wiranto, bangsa Indonesia sudah sering mengalami tindakan-tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh negeri jiran, Malaysia. Peristiwa penangkapan tiga petugas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, kata dia, hanya salah satunya saja dari tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan.
"Seharusnya bangsa Indonesia menyikapinya lebih keras lagi. Sikap keras bukan berdasarkan emosional tapi demi kedaulatan bangsa dan negara, agar tidak dilecehkan lagi," katanya.
Sementara Ketua DPP Partai Hanura Akbar Faisal mengatakan sikap Hanura terhadap persoalan ini yakni berada di garis depan. Di legislatif, kata dia, sikap Fraksi Hanura juga jelas yakni menjunjung tinggi kedaulatan. Soal usulan hak interpelasi yang diwacanakan Golkar, katanya, Hanura tidak mau terjebak pada manuver Golkar.(ANT/JUM)
Hal itu dikatakan Wiranto menanggapi pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyikapi persoalan perbatasan Indonesia dan Malaysia yakni menghargai hubungan diplomatik kedua negara. Menurut Wiranto, persoalan kedaulatan merupakan persoalaan kebanggaan sebagai bangsa yang merupakan martabat dari bangsa yang merdeka.
Mantan Panglima TNI itu mencontohkan saat Indonesia baru merdeka terjadi Bandung Lautan Api yakni sejumlah gedung di Kota Bandung dibakar karena pemerintah ketika itu tidak rela kedaulatan yang diperoleh diusik lagi. Kasus lain soal kedaulatan negara, kata dia, terjadi di Surabaya saat tentara sekutu datang kembali.
Tentara Indonesia saat itu yang memiliki persenjaan tidak seimbang dengan sekutu berjuang mati-matian membela kedaulatan bangsa dan negara. "Kita tidak bermaksud mengajari atau menyalahkan dalam hal ini, tapi hanya mengingatkan, yakni masalah kedaulatan hendaknya tidak diukur dengan untung rugi secara ekonomi," katanya.
Menurut Wiranto, bangsa Indonesia sudah sering mengalami tindakan-tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh negeri jiran, Malaysia. Peristiwa penangkapan tiga petugas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, kata dia, hanya salah satunya saja dari tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan.
"Seharusnya bangsa Indonesia menyikapinya lebih keras lagi. Sikap keras bukan berdasarkan emosional tapi demi kedaulatan bangsa dan negara, agar tidak dilecehkan lagi," katanya.
Sementara Ketua DPP Partai Hanura Akbar Faisal mengatakan sikap Hanura terhadap persoalan ini yakni berada di garis depan. Di legislatif, kata dia, sikap Fraksi Hanura juga jelas yakni menjunjung tinggi kedaulatan. Soal usulan hak interpelasi yang diwacanakan Golkar, katanya, Hanura tidak mau terjebak pada manuver Golkar.(ANT/JUM)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
