Peneliti CSIS: SBY Tidak Tegas
Tim Liputan 6 SCTV01/09/2010 23:29
Liputan6.com, Jakarta: Peneliti Departemen Hubungan Internasional Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Alexandra Retno Wulan mengemukakan bahwa pidato Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (1/9) malam, mencerminkan karakteristik kepemimpinan yang tidak tegas. Hal ini terlihat dari pernyataan SBY yang lebih mengedepankan hubungan RI-Malaysia di atas kepentingan bangsa Indonesia sendiri. SBY sama sekali tidak menyebutkan kata pertahanan atau militer serta lebih mementingkan masalah Tenaga Kerja Indonesia dan perekonomian dibandingkan kedaulatan Indonesia.
"Seorang pemimpin negara seharusnya bisa mengatakan bahwa ini adalah teritorial Indonesia," ujar Alexandra yang juga mempertanyakan prioritas pemerintah SBY dalam penyelesaian masalah perbatasan wilayah yang tak kunjung kelar.
Pidato SBY yang dipantau dunia internasional ini menjadi refleksi bagaimana seorang pemimpin yang tidak berbuat apa-apa terhadap masalah kedaulatan teritorial negaranya. Tindakan tegas berupa ancaman seperti menarik TKI dari Malaysia dibutuhkan agar Indonesia diperlakukan lebih baik oleh negara tetangga.
Menurut Alexandra, tindakan tegas bukan berarti ajakan untuk perang. Ia pun menambahkan bahwa karakteristik ketegasan seorang pemimpin negara begitu dibutuhkan, yang akhirnya akan menentukan diplomasi bilateral hubungan RI dengan Malaysia di masa mendatang.(MRQ/ULF)
"Seorang pemimpin negara seharusnya bisa mengatakan bahwa ini adalah teritorial Indonesia," ujar Alexandra yang juga mempertanyakan prioritas pemerintah SBY dalam penyelesaian masalah perbatasan wilayah yang tak kunjung kelar.
Pidato SBY yang dipantau dunia internasional ini menjadi refleksi bagaimana seorang pemimpin yang tidak berbuat apa-apa terhadap masalah kedaulatan teritorial negaranya. Tindakan tegas berupa ancaman seperti menarik TKI dari Malaysia dibutuhkan agar Indonesia diperlakukan lebih baik oleh negara tetangga.
Menurut Alexandra, tindakan tegas bukan berarti ajakan untuk perang. Ia pun menambahkan bahwa karakteristik ketegasan seorang pemimpin negara begitu dibutuhkan, yang akhirnya akan menentukan diplomasi bilateral hubungan RI dengan Malaysia di masa mendatang.(MRQ/ULF)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
