Ibu Ditahan, Meisah Dimakamkan
Deden Julianes26/08/2010 21:55
Liputan6.com, Jakarta: Tidak banyak yang hadir dalam pemakaman Meisah, bocah mungil yang baru berusia lima belas bulan. Hanya kerabat dekat ayah bayi, Wagiman dan kakak Meisah. Sang ibu yang menyiksanya tidak bisa hadir karena ditahan polisi. Sang ayah yang sehari-hari merupakan seorang pekerja serabutan ini memang masih memiliki tiga anak lagi. Namun, kehilangan salah satu anaknya karena dibunuh istrinya sendiri, bukanlah hal mudah.
Di Kantor Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara, Kamis (26/8), Tiah, sang bunda masih terus membantah telah menyiksa anaknya. Sementara, berdasarkan bukti fisik, polisi tetap menduga Meisah tewas karena dianiaya [baca: Stres Karena Miskin, Ibu Bunuh Anak].
Kini, sang ibu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tiah diduga stres, tekanan hidup dan kemiskinan telah mengubah perilakunya.(CHR/ANS)
Di Kantor Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara, Kamis (26/8), Tiah, sang bunda masih terus membantah telah menyiksa anaknya. Sementara, berdasarkan bukti fisik, polisi tetap menduga Meisah tewas karena dianiaya [baca: Stres Karena Miskin, Ibu Bunuh Anak].
Kini, sang ibu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tiah diduga stres, tekanan hidup dan kemiskinan telah mengubah perilakunya.(CHR/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
