Pengusaha Tolak Kenaikan Tarif Listrik
Felix Palenewen dan Anto Susanto19/08/2010 13:02
Liputan6.com, Jakarta: Rasanya baru kemarin warga harus membayar listrik dengan tarif baru. Kini pemerintah memberi kabar buruk lagi. Pada Januari 2011, tarif listrik akan kembali naik lagi, kali ini 15 persen. Alasannya sederhana saja, beban subsidi pemerintah terlalu besar.
Masih belum jelas memang pelanggan mana yang akan dinaikkan tarifnya tapi Asosiasi Pengusaha Indonesia sudah jauh-jauh hari menolaknya. Buat warga, kenaikan harga beruntun mulai dari bahan pangan dan listrik tentunya akan membuat beban hidup kian berat saja.
Pengusaha pun mengatakan bahwa kenaikan ini bisa berdampak sangat besar. Pengusaha mengancam akan memilih mengimpor barang ketimbang memproduksi barang karena biaya produksi lebih mahal. Dalam enam bulan ini saja, dengan kenaikan listrik, kapasitas produksi perusahaan sudah turun.(CHR/YUS)
Masih belum jelas memang pelanggan mana yang akan dinaikkan tarifnya tapi Asosiasi Pengusaha Indonesia sudah jauh-jauh hari menolaknya. Buat warga, kenaikan harga beruntun mulai dari bahan pangan dan listrik tentunya akan membuat beban hidup kian berat saja.
Pengusaha pun mengatakan bahwa kenaikan ini bisa berdampak sangat besar. Pengusaha mengancam akan memilih mengimpor barang ketimbang memproduksi barang karena biaya produksi lebih mahal. Dalam enam bulan ini saja, dengan kenaikan listrik, kapasitas produksi perusahaan sudah turun.(CHR/YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
