Misbakhun: Upacara Hanya untuk Orang Merdeka
Melly Febrida17/08/2010 14:50
Liputan6.com, Jakarta: Tersangka kasus dugaan pemalsuan dokumen kredit, M Misbakhun memperingati HUT RI ke-65 di dalam tahanan Mabes Polri. Bagi Misbakhun, upacara Peringatan HUR RI hanya untuk orang yang "merdeka".
"Kita tidak ada upacara bendera. Upacara bendera sepertinya buat orang yang 'merdeka'. Saat ini 'kemerdekaan' saya sedang 'dirampas' oleh negara dengan mengatasnamakan hukum," kata Misbakhun di Jakarta, Selasa (17/8).
Misbakhun memilih berdoa daripada mengikuti upacara. Dirinya berdoa agar makna kemerdekaan bisa memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
"Saya beribadah. Saya semalam berdoa untuk Indonesia agar masa depan yang lebih baik. Makna kemerdekaan memberi makna kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Bangsa Indonesia yang bebas dari pengaruh bangsa lain dan bukan antek bangsa lain," jelas anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera.
Misbakhun yang sedang ditahan di Mabes Polri juga berdoa, agar negeri ini bisa mewujudkan negara yang sejahtera, yang mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa ini.
"Cita-cita welfare state terwujud. Bangsa besar yang kaya yang bisa mengangkat derajat rakyatnya dalam kemakmuran dan keadilan. Keimanan dan kerukunan. Persahabatan dan persamaan," ujar Misbakhun.
Kasus Misbakhun menyeruak setelah Rudi Agus Purnomo, pegawai Bank Indonesia (BI) melaporkan dugaan pemberian letter of credit (L/C) fiktif senilai USD75,2 juta pada kasus Bank Century
Misbakhun adalah salah satu komisaris PT Selalang Prima Internasional (PT SPI), yang mengajukan L/C ke Bank Century pada tahun 2007. PT SPI disebut-sebut merupakan perusahaan bergerak di bidang biji plastik.
Misbakhun sebagai komisaris membantah L/C yang diajukan bodong alias fiktif. L/C yang didapat oleh PT SPI hanya mengalami gagal bayar, bukan fiktif. Antara L/C fiktif dan L/C gagal bayar harus dilihat dengan berbeda pengertian.
Menurut dia, L/C fiktif tidak ada kegiatan transaksi dan kegiatan bisnis yang meng-cover-nya. Sementara L/C gagal bayar adalah L/C yang ada kegiatan bisnisnya.(Ant/MEL)
"Kita tidak ada upacara bendera. Upacara bendera sepertinya buat orang yang 'merdeka'. Saat ini 'kemerdekaan' saya sedang 'dirampas' oleh negara dengan mengatasnamakan hukum," kata Misbakhun di Jakarta, Selasa (17/8).
Misbakhun memilih berdoa daripada mengikuti upacara. Dirinya berdoa agar makna kemerdekaan bisa memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
"Saya beribadah. Saya semalam berdoa untuk Indonesia agar masa depan yang lebih baik. Makna kemerdekaan memberi makna kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Bangsa Indonesia yang bebas dari pengaruh bangsa lain dan bukan antek bangsa lain," jelas anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera.
Misbakhun yang sedang ditahan di Mabes Polri juga berdoa, agar negeri ini bisa mewujudkan negara yang sejahtera, yang mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa ini.
"Cita-cita welfare state terwujud. Bangsa besar yang kaya yang bisa mengangkat derajat rakyatnya dalam kemakmuran dan keadilan. Keimanan dan kerukunan. Persahabatan dan persamaan," ujar Misbakhun.
Kasus Misbakhun menyeruak setelah Rudi Agus Purnomo, pegawai Bank Indonesia (BI) melaporkan dugaan pemberian letter of credit (L/C) fiktif senilai USD75,2 juta pada kasus Bank Century
Misbakhun adalah salah satu komisaris PT Selalang Prima Internasional (PT SPI), yang mengajukan L/C ke Bank Century pada tahun 2007. PT SPI disebut-sebut merupakan perusahaan bergerak di bidang biji plastik.
Misbakhun sebagai komisaris membantah L/C yang diajukan bodong alias fiktif. L/C yang didapat oleh PT SPI hanya mengalami gagal bayar, bukan fiktif. Antara L/C fiktif dan L/C gagal bayar harus dilihat dengan berbeda pengertian.
Menurut dia, L/C fiktif tidak ada kegiatan transaksi dan kegiatan bisnis yang meng-cover-nya. Sementara L/C gagal bayar adalah L/C yang ada kegiatan bisnisnya.(Ant/MEL)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Konser Gaga Batal Bukan Soal Budaya
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga

