Nasabah Bank Century Pertanyakan Nasib
Rahmat Hidayat31/07/2010 01:59
Liputan6.com, Surabaya: Persoalan nasabah Bank Century belum juga tuntas. Jumat (30/7), puluhan nasabah Bank Century menggelar aksi di depan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Surabaya, Jawa Timur. Mereka mendesak ketegasan Menkumham Patrialis Akbar terkait penyelesaian kasus Century.
Dalam aksinya, pengunjuk rasa sempat menghadang kendaraan Patrialis Akbar yang datang meresmikan Pusat Hukum dan HAM di Surabaya. Namun, upaya penghadangan gagal karena sang menteri dikawal dengan ketat.
Terkait tuntutan pendemo, Patrialis menjelaskan bahwa pemerintah masih mengejar 13 tersangka yang dianggap ikut membuat Bank Century bangkrut. Sebagian tersangka sudah lari ke luar negeri, seperti ke Hongkong [baca: Pemerintah Didesak Bantu Nasabah Century]
Sebagian besar pengunjuk rasa adalah nasabah Bank Century yang kini berganti menjadi Bank Mutiara. Waktu itu mereka tergiur produk reksadana PT Antaboga Delta Sekuritas Indonesia yang ditawarkan melalui Century dengan iming-iming suku bunga tinggi. Belakangan, uang milik nasabah Antaboga dikemplang pemilik Century, termasuk oleh tersangka Robert Tantular yang juga telah membangkrutkan bank tersebut.(ULF)
Dalam aksinya, pengunjuk rasa sempat menghadang kendaraan Patrialis Akbar yang datang meresmikan Pusat Hukum dan HAM di Surabaya. Namun, upaya penghadangan gagal karena sang menteri dikawal dengan ketat.
Terkait tuntutan pendemo, Patrialis menjelaskan bahwa pemerintah masih mengejar 13 tersangka yang dianggap ikut membuat Bank Century bangkrut. Sebagian tersangka sudah lari ke luar negeri, seperti ke Hongkong [baca: Pemerintah Didesak Bantu Nasabah Century]
Sebagian besar pengunjuk rasa adalah nasabah Bank Century yang kini berganti menjadi Bank Mutiara. Waktu itu mereka tergiur produk reksadana PT Antaboga Delta Sekuritas Indonesia yang ditawarkan melalui Century dengan iming-iming suku bunga tinggi. Belakangan, uang milik nasabah Antaboga dikemplang pemilik Century, termasuk oleh tersangka Robert Tantular yang juga telah membangkrutkan bank tersebut.(ULF)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
